//
you're reading...
Adopsi, Quran

Membunuh seluruh manusia (Mishnah Sanhedrin)Quran Ber-Plagiat?

CAMKAN ayat Al-Quran yang satu ini:
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”.

 

 

 

Ayat ini terambil dari Sura Al-Maidah 5:32.

 

Banyak sekali orang-orang  Muslim mengagung-agungkan ayat ini yang dianggap sebagai ayat kampiun Islam sebagai agama damai. Dimana-mana dikebanyakan mass media, diceramah-ceramah terbuka, dan  dipercakapan atau perdebatan dengan kalangan non-Muslim, selalu didengungkan oleh para cendekiawan Muslim akan ayat keramat ini demi untuk menolak tuduhan luar bahwa Islam itu agama pedang. Sepertinya mereka berhasil – paling tidak sejenak — mencitrakan konsep keluhuran Islam yang dianggapnya melebihi  agama-agama lain.

 

Banyak orang angkat topi mengagumi filsafat, teologi dan cara pandang Islam yang begitu mulia dan dalam tentang sebuah kehidupan bagi kemanusiaan. Mau tak mau, orang harus angkat hormat bagi Muhammad, Nabi Islam yang telah membawa “Kabar-Mulia” ini.
Tetapi, belakangan, bermunculan  petaka yang serius bagi ayat ini, bahkan memalukan. Apa pasalnya? Orang-orang harus menarik kembali penghormatannya setelah menyadari bahwa ada sejumlah masalah kotor yang melekat dalam ayat tersebut, yang menciderai baik Al-Quran maupun Muhammad!

 

PERTAMA. Ayat yang dikutib itu ternyata merupakan potongan dari keseluruhan ayat 32 yang artinya justru berlawanan! Muslim selalu mengkritik Ahli Kitab dengan tuduhan “tafsiran diluar konteksnya”, namun mendiamkan potongan ayat 32 ini untuk didengungkan kemana-mana tanpa konteks. Untuk masuk kedalam wilayah “konteksnya” baiklah di perlihatkan ayat utuhnya sekarang:

 

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”.

 


Ternyata dikalimat paling awal dari ayat tersebut, Muhammad yang senang memainkan pedang itu telah mencadangkan lubang-keluar (exit-hole) bagi pembunuhan ATAS NAMA “qisas” (balas nyawa) dan “membuat kerusakan dimuka bumi”. Tentu saja perusak terbesar dimuka bumi ini menurut versi Islam adalah orang-orang yang dianggap kafir, musuh-musuh Allah, apalagi kaum musyirik! Dan oleh karena itu pembunuhan terhadap musuh semacam itu tidaklah dianggap sebagai “membunuh manusia seluruhnya”! Alias halal mengikuti puluhan ayat-yat pedang yang lain! Hebat juga plintirannya!

 

KEDUA. Dan oleh karena itu pembunuhan Islamik berjalan terus setelah kedatangan Muhammad, karena akhir dari ayat tsb. menegaskan bahwa benarlah mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”! Kembali ayat ini mengukuhkan pembantaian siapa yang dianggap musuh-musuh Allah.

 

KETIGA. Kembali kekalimat paling atas. Disana Allah mewahyukan kepada Muhammad bahwa “hukum-mulia” ini dikhususkan kepada bani Israel dijamannya dan diwilayahnya:  “Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel”. Jadi sesungguhnya Muslim tidak bisa mengklaim ketetapan ini otomatis peruntukan bagi dirinya, apalagi kalau dilihat ayat sebelumnya itu berkaitan dengan peristiwa pembunuhan yang paling awal terjadi oleh Qabil terhadap saudaranya sendiri.

 

Tetapi karena Ulama Islam rupa-rupanya mengingini potongan “Kalimat Mulia” itu, maka dirakusilah tafsirannya untuk menjadi bagian dari khasanah hikmat Islampula. Dan ini dapat kita saksikan dalam catatan-kaki Al-Quran untuk ayat tsb:

 

“Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya”.

 

KEEMPAT. Apa yang dirakusi diatas ternyata tidak membawa manfaat melainkan mudharat belaka! Mengagetkan, bahwa ayat tersebut adalah contoh nyata – terbukti– bahwa Al-Quran bukanlah aslinya wahyu yang turun dari surga kepada Muhammad, melainkan merupakan PLAGIAT Muhammad dari khasanah Kitab Mishnah orang Yahudi. Materi yang analog dengan ayat ini tidak terambil dari pewahyuan Alkitab yang kanonik, melainkan dari buku Mishnah (non-wahyu) yang ditulis pada kisaran tahun 200 SM (http://en.wikipedia.org/wiki/Mishnah).

Simak Mishna (Sanhedrin 4: 5):

 

Untuk alasan ini, manusia (yaitu manusia yang pertama) diciptakan sendirian untuk belajar melihat  bahwa barangsiapa menghancurkan sebuah nyawa adalah seolah ia telah memusnahkan seluruh alam semesta, dan barang siapa yang menyelamatkan sebuah nyawa adalah seperti ia telah menyelamatkan seluruh alam semesta.

 

 

 

Betapa isi dan gaya ayat Quran  itu dituturkan senada dengan gaya Misnah yang di-plagiatinya: “Oleh karena itu..” dengan “Untuk alasan itu…” dan selanjutnya.
Muhammad yang sangat getol mendalami dan merenungi isyu-isyu kerohanian sejak mudanya, paling tidak telah 15 tahun (!) semenjak menikahi Khadijah (pada umur 25 tahun) hingga kepada “turunnya wahyu” pertama (umur 40 tahun), telah aktif dengar-dengaran dan menyerap sumber-sumber keagamaan Yahudi dan Kristen dari banyak pihak. Ia mulai membayangkan dirinya layak menjadi pemimpin agama bagi bangsanya yang serba pagan! Belajar mulai dari Khadijah sendiri, Waraqah bin Naufal, dalam perjalanan-perjalanan dagang ke Syam, para budak Yahudi, pertemuan bazaar dan pertandingan puisi Arabik dan khotbah-hotbah dikota Ukoz dll. Dan ayat dari Misnah yang diserapkan plagiat kedalam batang tubuh Al-Quran ini, menjadi bukti bantahan yang nyata bahwa Quran itu berasal-muasal dari Surga!

About these ads

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: