//
you're reading...
Hukum

Apakah Muhamad Mematuhi Sepuluh Hukum Taurat

Image

Hukum Pertama

Kel. 20:3
Jangan ada padamu TUHAN(YHVH baca Adonay) lain di hadapan-Ku
> Tetapi ada Tuhan lain di Islam, yaitu Allah Ta’ala yang adalah berhala.

An Najm 53:19-21
Ayat ini mengecam orang-orang musyrik (Quraisy-Jahilliyah, leluhurnya Muhammad) yang beriman kepada ‘Allah’ yang mempunyai anak-anak perempuan seperti al Lata dan al Uzza, dan Manah. Sementara Muhammad menyembah ‘Allah’ yang tidak beranak! KESIMPULAN: Muhammad dengan leluhurnya sama-sama menyembah ‘Allah’! yang adalah berhala kaum pagan Quraisy pra Islam (Lihat http://www.bible.ca/islam/islam-allah-pre-islamic-origin.htm) Jadi intinya Muhammad dan leluhurnya kaum Quraisy-Jahilliyah sama-sama menyembah Allah, cuma konsepnya saja yang di ubah dari Allah yang tadinya beranak, menjadi Allah yang tunggal (Tauhid).Hukum Kedua

Kel. 20:4-6
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN(YHVH baca Adonay), Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
> Muhammad sujud menyembah batu hitam Hajar Aswad, bahkan Muhammad menyuruh Muslim untuk beribadah kepadanya (menghadapnya)MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:

Dari Ibnu Umar r.a. berkata, saya pernah melihat Umar bin Khattab r.a. mencium hajar aswad dan sujud di atasnya, kemudian kembali lagi mencium (lagi) dan sujud (lagi) di atasnya. Kemudian dia berkata, “Begitulah saya melihat Rasulullah saw. (berbuat).” (Hasan: Irwa-ul Ghalil IV:312 dan al-Bazzar II:23 no:1114).QS 2:149.
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Hukum Ketiga
—————-
Kel. 20:7
Jangan menyebut nama TUHAN(YHVH baca Adonay), Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
> Muhammad memang tidak pernah menyebut nama TUHAN(YHVH) sesembahan para nabi terdahulu, tetapi menyebut nama Allah Ta’ala kalau ingin melakukan tindakan2 tercela seperti jihad, poligami, dsb.

Hukum keempat
——————-
Kel. 20:8-11
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN(YHVH baca Adonay), Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN(YHVH baca Adonay) menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN(YHVH baca Adonay) memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
> Muhammad tidak menguduskan hari Sabat(Sabtu) tetapi mengganti hari sabat dengan hari Jum’at.

Dari Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhum, mereka berdua mendengar
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbar kayunya:
“Hendaklah orang-orang benar-benar berhenti meninggalkan shalat Jum’at.
Atau Allah akan menutup hati mereka sehingga mereka benar-benar menjadi orang-orang yang lalai” [Shahih: [Shaahiihul Jaami’ush Shaghiir (no.5480), Shahih Muslim (II/591 no.865), dan Sunan an-Nasai (III/88)]

QS 62:9
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Hukum Kelima
—————–
Kel. 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN(YHVH baca Adonay), Allahmu, kepadamu.
> Muhammad tidak menghormati orang tuanya, bahkan Muhammad mengutuki orang tuanya.

Diriwayatakan Muslim dari Anas: Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Di manakah bapakku?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Maka ketika ia berbalik, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya dan bersabda:

إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka.” (Lihat: Syarah Shahih Muslim, Imam al-Nawawi: no. 302)

Hukum Keenam
——————
Kel. 20:13
Jangan membunuh.
> Tidak perlu ditanyakan soal ini, sudah berapa banyak Muhammad mengoleksi kepala.

Berdasarkan Sirat Rasul karya Ibn Ishaq, yang merupakan biografi Muhammad, yang mula-mula dan sangat diakui, kita dapat membaca peristiwa yang mengerikan itu:

“Lalu mereka (Qurayza) menyerah dan nabi menawan mereka di Medina. Kemudian nabi pergi ke pasar Medina (yang masih ada sampai hari ini) dan menggali parit-parit disana. Lalu ia memanggil mereka dan memenggal kepala mereka di dalam parit-parit itu saat mereka dibawa kepadanya secara berkelompok. Mereka semua berjumlah 600-700, walau ada yang memperkirakan sekitar 800 atau 900 orang. Ini berlanjut sampai nabi menghabisi mereka semua”.

Nampaknya, setelah pembantaian besar-besaran ini, sesuatu muncul dalam diri Muhammad. Enam ratus hingga sembilan ratusan pria Quraizah yang telah dipenggal seakan belum cukup. Tak lama setelah insiden ini, Muhammad memenggal lebih dari 400 orang Yahudi.

Read more, http://www.scribd.com/doc/80329721/The-Truth-About-Muhammad-Kebenaran-Tentang-Muhammad

Hukum ketujuh
—————–
Kel. 20:14
Jangan berzinah.
> Jangan ditanya lagi sudah berapa banyak budak yang digauli, yang tidak tercantum ya, yang resmi istrinya saja banyak (31). Berikut salah satu dari sekian banyaknya perzinahan yang dilakukan oleh Muhammad yaitu salah satunya menggauli Mariyah pembantu Hafsah.

Tabaqat Ibn Sa’d, Vol 8, hal. 195
Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa Rasul SAW melakukan persetubuhan dg Mariyah di rumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (di belakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, “Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku.” Hazrat (yg mulia) itu berkata, “Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.”

Hukum Kedelapan
———————
Kel. 20:15
Jangan mencuri.
> Muhammad memang tidak mencuri, tetapi merampok. Jadi apa bedanya ya? Kan sama saja halnya mengambil barang yang bukan haknya. Berikut perampokkan yang dilakukan oleh Muhammad.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Halaman 582, Jilid 1:

Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka. Kafilah dagang Abu Sufyan bin Harb ini terdiri dari tiga puluh atau empat puluh orang dari orang-orang Quraisy. Di antara mereka adalah Makhramah bin Naufal bin Uhaib bin Abdu Manaf bin Zuhrah dan Amr bin Al-Ash bin Wail bin Hisyam.”

Ibnu Hisyam berkata, “Ada yang berkata bahwa Amr ialah anak Wail bin Hasyim.”
Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Muslim Az-Zuhri, Ashim bin Umar bin Qatadah, Abdullah bin Abu Bakr, Yazid bin Ruman, dan ulama-ulama lain berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma. Semuanya mengatakan beberapa hadits kepadaku dan hadits mereka sama tentang Perang Badar.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Mengajak Kaum Muslimin Keluar Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda, “Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah memberikan kekayaan kepada kalian”.

Kaum Muslirnin merespon ajakan Rasulullah SAW . Sebagian kaum Muslimin merasa ringan tanpa beban untuk berangkat, dan sebagian lain merasa berat hati untuk berangkat, karena mereka tidak menyangka kalau Rasulullah SAW mendapatkan perlawanan.”

Abu Sufyan bin Harb Meminta Bantuan

Ibnu Ishaq berkata, “Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir yang berkata kepadanya, ”Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah dagangmu,”.

Karena informasi tersebut, Abu sufyan bersikap hati-hati. Ia sewa dhamdham bin Amr Al-ghifari untuk pergi ke Makkah. la perintahkan Dhamdham bin Amr Al-Ghifari mendatangi orang-orang Quraisy, memobilisasi mereka untuk menyelamatkan harta kekayaan mereka, dan memberi tahu mereka bahwa Muhammad menghadang kami bersama sahabat-sahabatnya. Dhamdham bin Amr Al-Ghifari pun segera pergi ke Makkah.

Hukum Kesembilan
———————-
Kel. 20:16
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
> Muhammad bahkan menghalalkan Muslim untuk berdusta.

Muhammad juga berkata: Berdusta adalah salah kecuali dalam 3 perkara:
– Dusta seorang suami terhadap isterinya demi
menyenangkannya.
– Dusta untuk menipu musuh, sebab perang adalah penipuan.
– Dusta untuk menyelesaikan masalah diantara orang satu terhadap yang lainnya.
(Ahmad, 6.459.H; Hadis Tirmidzi 5033).

Hukum Kesepuluh
———————
Kel. 20:17
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”
> Jangan ditanya lagi, bahkan Muhammad mengingini seseorang perempuan yang masih bayi.

Ishaq 311
Nabi melihat Ummu’l ketika dia masih seorang bayi yang merangkak di kakinya dan berkata, “Jika dia tumbuh dewasa, aku akan mengawininya.” Tetapi dia mati sebelum bisa melakukannya.

Musnad Ahmad, Number 25636
Muhammad melihat Um Habiba, puteri Abbas, saat ia masih fatim (masih menetek) dan ia mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.

JADI JELAS BERDASARKAN URAIAN DIATAS MUHAMMAD TIDAK MEMATUHI HUKUM TAURAT !!

Alkitab bersaksi :

Mat. 5:17-19
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: