//
you're reading...
Adopsi, Allah

Qur’an Mengakui Allah Sebagai Dewa-Pagan Pra-Islam

Topik dari artikel ini adalah bahwa: Quran yang sama membuktikan jika Allah sebenarnya adalah nama ilah dari para penyembah berhala, yang sudah ada sebelum era Islam; yang mana orang-orang Arab, khususnya orang Mekah, memuliakan, dan berdoa kepadanya, sejak masa pra-Islamik.

Dipetik dari  Mohammad A. Khan 

Sementara orang-orang Muslim menyangkali bahwa Allah adalah “Dewa Bulan” pra-Islamik dari para penyembah berhala Arab, justru Allah Islamik sendiri yang mengatakan seperti itu di dalam Qur’an!

Setiap Muslim meyakini bahwa apabila dia seorang Muslim mempunyai satu saja keraguan tentang Qur’an, maka ia akan dianggap sebagai seorang yang telah murtad (kafir). Dan hukuman bagi seorang yang telah murtad, berdasarkan hukum Islam adalah, hukuman mati dengan cara yang mengerikan (ketika ia masih hidup), dan menyusul masuk ke api neraka (di kehidupan yang akan datang). Karena itu, setiap Muslim diikat untuk tetap setia kepada keyakinannya bahwa Qur’an adalah sebuah kitab yang tetap sama isinya pada hari ini, sebagaimana ia sama ketika diwahyukan 14 abad yang lalu.

Topik dari artikel ini adalah bahwa: Quran yang sama membuktikan jika Allah sebenarnya adalah nama ilah dari para penyembah berhala, yang sudah ada sebelum era Islam; yang mana orang-orang Arab, khususnya orang Mekah, memuliakan, dan berdoa kepadanya, sejak masa pra-Islamik.

Tetapi keyakinan Muslim mengenai Allah (Tuhan) secara total berbeda. Mereka dengan tegas menyangkal bahwa Allah adalah Tuhan dari para penyembah berhala, yang juga dikenal sebagai “Dewa Bulan.” Namun kami akan membuktikan poin ini dalam terang Al-Qur’an, bagaimana Allah swt, tanpa diketahui, telah membuat sebuah kesalahan dan membuat dirinya terperangkap didalamnya, yaitu dalam Surah Nahl 16:57, yang berbunyi sebagai berikut:

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah (swt), sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak laki-laki).”

Secara lurus dan logis dari redaksi ayat Allah ini sudah membuktikan bahwa Allah swt yang mahasuci, tanpa ada keraguan, adalah pula terusan dari Ilah-nya para penyembah berhala di Arabia yang mempunyi “anak-anak perempuan. Dengan perkataan lain, dari mulut Allah swt keluar pernyataan tentang FUSI dari “kedua Tuhan” dalam DIRI Allah yang bernama ALLAH!

Haruslah dipertanyakan disini mengapa Allah merasa bersalah atau marah karena dianggap memiliki keturunan oleh para penyembah berhala?

Dalam ayat ini, Allah swt memakai namanya sendiri, yang telah ditetapkan oleh para pagan, sebagai oknum yang memiliki anak-anak perempuan. Jika Allah swt adalah Tuhan yang berbeda dengan yang disembah oleh para penyembah berhala itu, maka para penyembah berhala tidak akan pernah mengklaim jika Allah memiliki anak-anak perempuan. Melainkan, mereka akan menetapkan para dewi al-Lat, La-Mannat dan al-Uzza sebagai puteri-puteri dari DEWA/ILAH yang mereka sembah, bukannya sebagai puteri-puteri ALLAH!

Hal yang mirip kita temukan lagi di Surah an-Najm 53:19-21, dimana Allah sekali lagi mengeluh bahwa para penyembah berhala mengasosiasikan Allah sebagai ilah yang memiliki puteri puteri. Kendati Allah, tidak menyatakan namanya di ayat-ayat tersebut, tetapi ia merujukkan hal itu kepada dirinya sendiri. Ayat-ayat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

[53:19] “Jadi apakah kamu patut mempertimbangkan al-Lat dan al-Uzza?”

[53:20] “dan Manat, yang ketiga dan yang paling terkemudian?”

[53:21] “Apakah (patut) untuk kamu anak laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?”

Di sini sangatlah jelas bahwa Allah adalah Ilah yang sama yang disembah oleh kebanyakan para penyembah berhala di Arab!

Telah saya katakan sebelumnya, bahwa orang Muslim sangat kuat mempercayai originalitas Qur’an; bahwa mereka tidak akan pernah meragukannya, berapa pun besarnya harga yang harus mereka bayar, bahwa Qur’an tidak pernah terkorupsi.

Tapi saya tidak tahu bagaimana orang Muslim melihat ayat-ayat ini, dan bagaimana mereka dapat menjelaskannya dengan wajar. Tetapi satu hal yang saya tahu, sekelompok besar orang-orang Muslim, tanpa merasa malu, telah mengabaikan banyak cacat dan kesalahan-kesalahan, ketika mereka membaca dan memaknai Qur’an.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: