//
you're reading...
Muhamad

Muhammad Telah Melecehkan Qur’an

 

 

 

Muhammad bersetubuh dengan Umm Salama ketika ia tengah menstruasi, menciuminya ketika sedang berpuasa dan biasanya mandi dari bak air yang sama setelah melakukan hubungan seks…(Sahih Bukhari,1.6.319)

 

sexduringmenstruationperiod

 

Oleh Abul Kasem

 

Pada masa kini, para jihadis (pelaku bom bunuh diri) membunuhi orang-orang tak berdosa, yaitu orang-orang Muslim awam di Bangladesh agar dapat menerapkan hukum-hukum Allah. Dengan hukum Allah, mereka bemaksud melembagakan hukum-hukum dan aturan-aturan yang diatur secara prinsip dalam Quran, dan dalam buku-buku suci Islam lainnya, seperti Hadis. Para tentara Allah yang militan ini mempercayai bahwa Quran adalah kalimat-kalimat Allah yang tanpa salah dan sakral, yang mana bahkan Muhammad sendiri tidak pernah melecehkannya.

 

Namun ini hanyalah sebuah ilusi. Ketika kita dengan tekun mempelajari biografi Muhammad dan hadis-hadis, kita akan menemukan ada cukup banyak contoh-contoh dimana Muhammad secara terang-terangan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Quran. Seks adalah sebuah aspek penting dalam hidup Muhammad. Kesukaannya yang sedemikian besar terhadap seks, dalam banyak kesempatan telah ‘mengharuskannya’ untuk melecehkan aturan-aturan Allah. Demi membenarkan dirinya di hadapan para pengikutnya, maka Muhammad biasanya berargumen bahwa Allah memperbolehkannya melakukan hal itu sementara orang lain tidak, tak lain oleh karena ia adalah orang yang paling dikasihi oleh Allah. Dalam tulisan ini saya akan mengekspos kemunafikan sejumlah Islamis yang mengklaim bahwa Muhammad tidak pernah melecehkan atau melanggar apa yang telah ditetapkan oleh Quran.

 

Contoh-contoh bagaimana Muhammad telah melecehkan Quran dalam kaitan dengan seks

 

Muhammad melanggar aturan tentang seks selama berpuasa

 

Apa yang dikatakan oleh Quran mengenai seks selama berpuasa:

 

Selama berpuasa, aktifitas seks hanya boleh dilakukan pada malam hari.

 

Quran Sura 2:187

 

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa

 

Inilah yang dilakukan Muhammad ketika saat ia sedang menjalankan puasa:

 

Muhammad bersetubuh dengan Umm Salama ketika ia tengah menstruasi, menciuminya ketika sedang berpuasa dan biasanya mandi dari bak air yang sama setelah melakukan hubungan seks…(Sahih Bukhari,1.6.319)

 

Sahih Bukhari: Volume 1, Book 6, Number 319:

 

Diriwayatkan oleh Zainab bint Abi Salama:

 

Um-Salama berkata,”Aku mendapatkan mens ketika aku sedang tidur bersama Nabi di balik selimut wol. Lalu aku bangun mengambil pakaian khusus waktu mens dan mengenakannya. Rasul Allah berkata, ‘Apakah engkau mendapatkan haidmu?’ Aku menjawab, ‘Ya’. Kemudian ia memanggilku dan menarik aku untuk tidur lagi dengannya di balik selimut wol”. Um Salama kemudian berkata, “Nabi selalu menciumku saat ia sedang berpuasa. Nabi dan aku senantiasa mandi Janaba dari pot yang sama”.

 

Sembari berpuasa, Muhammad mencium dan memeluk istri-istrinya …(Sahih Bukhari,3.31.149)

 

Sahih Bukhari: Volume 3, Buku 31, Nomer 149:

 

Diriwayatkan oleh ‘Aisha:

 

Nabi selalu mencium dan memeluk (istri-istrinya) ketika ia sedang berpuasa, dan ia mempunyai kekuatan untuk mengontrol hasratnya lebih daripada engkau. Berkatalah Jabir, “Orang yang mengeluarkan sprema setelah menatap (istrinya) harus membatalkan puasanya”.

 

Muhammad selalu mencium dan menghisap lidah Aisha ketika mereka sedang berpuasa…(Sunaan Abu Dawud,13.2380)

 

Sunaan Abu Dawud: Buku 13, Nomer 2380:

 

Diriwayatkan oleh Aisha, Ummul Mu’minin:

 

Nabi (SAW) biasa mencium dan menghisap lidahnya ketika ia sedang berpuasa.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: