//
you're reading...
Isa Almasih, Muhamad

Jikalau Engkau Mesias, Tuhan Atau Malaikat Mana Yang Menyaksikan KenabianMu?

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”. (Kisah Para Rasul 1)

 

jesus-ascension01

 

Apakah Yesus memenuhi “dokumen kenabian” A, yaitu apakah ada malaikat dan atau Tuhan sendiri yang menyaksikan kebenaran kenabianNya?

 

Jawabannya tiada lain selain YA!

 

  1. Seperti dikatakan di depan, Gabriel memberitakan sendiri kepada Maria tentang bakal kedatangan Yesus, Anak Tuhan yang Mahatinggi.

 

Tatkala Maria ragu-ragu karena merasa dirinya belum bersuami, maka Gabriel meneguhkannya dengan menyaksikan bahwa sanaknya Elisabeth yang kendati sudah sangat tua dan disebut mandul sekalipun, tetaplah tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Elisabeth akan mengandung sesuai dengan kuasa dan kehendak Tuhan, kini sudah masuk bulan yang keenam baginya (Lukas 1). Jadi “dokumen kenabian” ini bukan merupakan klaim Yesus sendiri sebagai Mesias, melainkan malaikat menyaksikan sendiri kepada Maria dan Elisabeth atas kebenaran firman yang disampaikan (Lukas 1:42, 43). Begitu pula Yusuf juga dilibatkan seperti yang diterangkan di bawah ini.

 

  1. Malaikat Tuhan memberitahukan pula kepada Yusuf, tunangan Maria, tentang siapa orok yang sedang dikandung Maria, ketika Yusuf ragu dan mau meninggalkan Maria secara diam-diam. Malaikat itu berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka” (Matius 1).
  2. Kawanan arus bawah, gembala-gembala sebagai penyaksi lugu dan langsung dari malaikat tentang kemesiasan Yesus: Kata malaikat kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud” (Lukas 2).
  3. Yang luar biasa hebat adalah bahwa Nabi Yohanes Pembaptis dan orang-orang yang mengelilinginya melihat betapa Tuhan sendiri telah menyaksikan tentang kemesiasan Yesus. Inilah wahyu dua kali (2X) langsung tanpa antara; langsung dari Tuhan, dan langsung ke semua manusia.

 

Baptism with Holy Spirit

 

“Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMu-lah Aku berkenan”. (Lukas 3:21-22)

 

  1. Petrus, Yakobus dan Yohanes juga kebagian rejeki ilahi menjadi saksi atas kemesiasan Yesus langsung dari Tuhan sendiri: “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus:

 

“Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia”.

 

Dan tiba-tiba sedang ia berkata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” (Matius 17:1-5).

 

  1. Ketika Yesus bangkit dari kematianNya, kembali kemesiasan Yesus dinyatakan sekian kali oleh malaikat Tuhan kepada saksi-saksi mata Maria cs:

 

“Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya…” (Matius 28:5-6)

 

Tidakkah kesaksian yang satu ini membelalakkan mata kita semua? Ini bukan kesaksian biasa, melainkan suatu konfirmasi dari seorang malaikat terhadap:

 

a)      sebuah nubuat kebangkitan yang paling ajaib yang pernah diucapkan dari mulut Yesus, dan

 

b)      nubuat tersebut benar digenapi oleh diriNya, dan

 

c)      kini dapat dibuktikan sendiri oleh para saksi mata!

 

  1. Yesus naik ke surga disaksikan oleh orang-orang Galilea khususnya murid-muridNya, yang juga diikuti oleh penyaksian dua malaikat yang berkata:

 

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”. (Kisah Para Rasul 1)

 

  1. Ada sedikit tambahan yang unik, tercatat pula bahwa murid-murid Yesus yang lain, termasuk Filipus dan Andreas, serta banyak orang Yahudi dan beberapa orang Yunani turut menjadi saksi atas komunikasi verbal yang langsung antara Tuhan Bapa dan Yesus, demi menyaksikan kemesiasan Yesus. Tatkala itu Yesus berseru kepada Sang Bapa:

 

“Bapa, muliakanlah namaMu!” Maka (seketika itupun) terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakanNya, dan Aku akan memuliakanNya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia”. Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu”. (Yohanes 12:28-30)

 

 

 

Percakapan Ilahi, Langsung Untuk Manusia Duniawi

 

Percakapan sesama antara Bapa dari sorga dan Sang Anak di dunia ini bukanlah untuk kepentingan Yesus yang Sang Anak, melainkan justru untuk kepentingan manusia kita-kita ini. Bukankah itu sesuatu yang sangat istimewa bagi Anda dan Saya? Kita-kita inilah yang secara khusus dipilih oleh Tuhan untuk diyakini dengan tanda-tanda dan suara Ilahi secara langsung bahwa benarlah Yesus itu Mesias!

 

Akhirnya demi meyakinkan Anda bahwa kita tidak bicara sembrono, Alkitab memang memberi peyakinan untuk apa tanda-tanda Ilahi itu dibuat, dan semuanya dibuat dihadapan saksi mata: “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata muridNya, yang tidak tercatat dalam kitab (Injil) ini, tetapi semua yang tercantum disini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesus-lah Mesias, Anak Tuhan, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya” (Yohanes 20:30-31).

 

Jadi tanda selalu harus terbuka dibuat di depan para saksi karena tanda dimaksudkan untuk mengungkapkan sesuatu yang tadinya masih tersembunyi, sehingga tanda tidak pernah dibuat dengan ngambang dan kabur-kabur. Demi mereka-mereka inilah tanda dinyatakan agar mereka boleh menjadi orang-orang percaya!

 

 

 

Berapa Tanda/Saksi Mengabsahkan Muhammad?

 

Seluruh bukti atau dokumen-kenabian A dari Yesus terpenuhi dengan sempurna tanpa sedikitpun cacat dan keraguan, tanpa kemelut dan kesulitan bagi orang-orang awam untuk mencarinya. Orang tidak akan menantang dan menyodorkan kepadaNya pertanyaan: “MANA TANDA/SAKSIMU DARI SORGA?” karena semuanya terjawab lurus dalam Alkitab, tanpa syak atau larut dalam kekaburan, atau kekurangan tanda dan saksi.

 

Sekarang bagaimanakah pandangan pengkritik atas “dokumen kenabian” model A yang perlu dipenuhi oleh nabi Muhammad? “Adakah Tuhan memberi Tanda Sorga ini untuk kenabian Muhammad?”

 

Banyak pengkritik akan menjawab: “Bukankah Muhammad mendapat wahyu langsung dari Jibril, saksi Allah yang datang dari sorga?” Tentu saja jawaban tersebut benar bagi siapa yang mau mempercayainya. Tidak ada orang yang merasa perlu berkeberatan atas keyakinan-keyakina pribadi. Tetapi apa yang dipersamakan disini adalah hal yang sesungguhnya sangat berbeda dengan contoh-contoh kesaksian Yesus di atas. Yesus sama sekali tidak mengklaim dirinya berbicara hanya berduaan dengan Tuhan/malaikat namun malaikat Tuhanlah yang menyatakan (bakal) datangnya Yesus, dan itu ditujukan kepada Maria, kepada Yusuf, kepada para kawanan gembala di Bethlehem sebagai para saksi. Begitu pula Malaikat meneguhkan kebangkitan Yesus serta kenaikanNya ke sorga kepada banyak orang! Bahkan Tuhan sendiri yang sampai perlu-perlu untuk berkali-kali menyaksikan bahwa Yesus itulah ANAKNYA, dan inipun dilakukan di hadapan para saksi mata! Tidak ada yang diam-diam tersembunyi, dan bukan klaim sepihak tanpa saksi!

 

Untuk pemahaman yang kritis-objektif, bukankah “ayat-ayat” yang diucapkan oleh Yesus atau Muhammad (atau siapa saja) adalah didengar orang menurut apa yang Yesus atau Muhammad tuturkan sendiri tentang ajaran, pemberitaan, perintah moral dan hukum, serta pengalaman spiritualnya? Kapankah ucapan-ucapan tersebut baru bisa dilihat dan dibenarkan oleh orang yang ingin diberitakan itu sebagai suatu wahyu yang absah dan bukan penyaksian pribadi? Dalam hal ini Muhammad menceritakan tanda sorgawi – penyaksi kedua selain dirinya, yaitu keterlibatan langsung dan mutlak dari Jibril. Ini keterangan yang bagus dan tidak ada orang yang menolak pada tingkat ini. Persoalan serius baru muncul ketika kita mempertanyakan bagaimana kita bisa tahu bahwa itu betul Jibril dan bukan “jibril-jibrilan” atau kemungkinan-kemungkinan lain yang masih terbuka luas sekali!

 

Apakah ada orang lain selain Muhammad yang mendengar kata-kata Jibril tersebut? Sulit dicarikan di Quran! Dan sekalipun Muhammad pernah ada dilihat orang seolah terlibat berkata-kata dengan “Jibril”, maka masih harus dipertanyakan apakah Jibril itu yang mengaku dirinya Jibril (dengan disaksikan orang-orang lain) ataukah Muhammad yang kembali mengklaim bahwa itulah Jibril?

 

Bagi Alkitab, semua penyaksian kemesiasan tidak boleh menjadi bagian dari misteri yang tidak transparan. Sebab Tuhan manapun akan sangat berkepentingan agar kebenaran pengutusan Mesias Tuhan menjadi kabar kesukaan yang terang benderang dan terinci bagi para saksi mata. Buktinya? Ya!

 

Lihat misalnya malaikat sampai menampakkan diri dan berkata langsung kepada para gembala sebagai saksi, dengan rincian yang spesifik dan teridentifikasi:

 

“…sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa… dan inilah tanda bagimu. Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan…” (Lukas 2:10, 12)

 

Kita tahu bahwa Musa maupun Yesus adalah Nabi-nabi Besar yang dikaruniai dengan kuasa bermujizat adikodrati, namun kedua-duanya juga mendapat privilege (hak khusus) langsung dari Tuhan sendiri – dan tidak lewat perantaraan malaikat! — untuk penyaksian kenabian diri mereka yang dapat disaksikan banyak orang. Lihatlah ayat-ayat pembuktian kenabian mereka:

 

“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara (langsung) dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu … Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Tuhan … “(Keluaran 19:9, 17)

 

 

 

(Yesus berseru kepada BapaNya) “Bapa, muliakanlah namaMu!” Maka terdengarlah (langsung) suara dari sorga: “Aku telah memuliakanNya, dan Aku akan memuliakanNya lagi!” Orang banyak yang berdiri disitu dan mendengarkannya …” (Yohanes 12:28-29)

 

 

 

Sambil lalu disini, Quran juga menyatakan bahwa Tuhan sendiri memberi wahyu dan percakapan secara langsung (taklima) kepada Musa. Juga dengan Isa:

 

“…Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan pembicaraan yang terang (langsung)” (QS. An Nisaa 4:164)

 

Ingatlah, ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu …” (QS 3:55a) juga dengan QS. 5:110.

 

 

 

Kini timbul 2 pertanyaan terbuka:

 

a) Kenapakah Muhammad hanya tercatat sebagai Nabi yang dipersaksikan oleh Allah secara tak langsung lewat Jibril, dan

 

b) kenapa penyaksian oleh Allah (lewat malaikat) terhadap Muhammad tidak dilakukan terbuka di hadapan para saksi mata hidup? (Baca: “Testing Kenabian Muhammad”)

 

Alkitab mengajarkan bahwa semua pernyataan Tuhan dan malaikat untuk penyaksian seorang Nabi Besar atau Sang Mesias akan bersifat terang benderang (bahkan langsung) dengan disaksikan oleh orang banyak. Dan semua tanda-tanda jati diri sang Mesias diberikan secara terinci dengan tidak ada kesulitan bahkan bagi para gembala yang paling bodoh pun untuk mencari dan menemukan Mesias Yang Benar! Satu-satunya kesulitan mencari adalah tidak bersedia mencari!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: