//
you're reading...
Hukum

Penyalahgunaan Zakat

 

 

zakat

 

Dalam Sura 9:58-60 kita membaca: “Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

 

 

009.058 وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

 

009.059 وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ

 

009.060 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

 

 

 

Al-Baidawi mengatakan:

 

Beberapa orang di antara mereka menemukan kesalahannya (yaitu Muhammad) menyentuh pembagian zakat. “Jika mereka mendapatkan bagiannya maka mereka akan senang, tetapi jika mereka tidak mendapatkan apa-apa maka mereka akan marah”. Kalimat ini diwahyukan karena Ibn Dhi Khuwaisir, pemimpin kaum Khawarij (pembelot). Ketika Utusan Allah sedang membagikan jarahan Hunain, ia memenangkan hati orang Mekkah dengan memberikan kepada mereka bagian dalam jumlah yang besar. Kemudian Ibn Dhi Khuwaisir berkata, “bersikaplah adil, wahai utusan Allah”. Oleh karena itu Muhammad berkata, “Celakalah kamu, jika aku tidak adil, lalu siapa yang adil?”

 

“Para mualaf yang dibujuk hatinya” adalah sekelompok orang yang memeluk Islam tetapi tidak terlalu berniat untuk tetap beragama Islam, yaitu mereka yang hatinya tertarik kepada zakat [yang diberikan kepada mereka]. Atau bisa jadi mereka adalah sekelompok bangsawan yang mau memeluk Islam ketika mereka melihat bahwa sesamanya mendapatkan kehormatan dan uang. Rasul memang telah memberi [uang] pada ‘Uyaina Ibn Hisn, al-Aqra ‘Ibn Habis, dan al-‘Abbas Ibn Mirdas dengan alasan itu. Dikatakan bahwa ada beberapa bangsawan yang telah “dimualafkan” oleh Muhammad dengan memberikan uang kepada mereka; kepada sebagaian orang lain ia menjanjikan uang jika mereka siap berperang melawan orang Kafir. Dikatakan juga bahwa sejumlah uang yang disisihkan untuk memualafkan orang adalah dengan tujuan agar menambah jumlah orang Muslim, sehingga setelah Allah menjadikan Muhammad kuat dan menambah pengikutnya, maka porsi pemberian [uang] itu dibatalkan. “Di jalan Allah” berarti membiayai pengeluaran-pengeluaran jihad, seperti membiayai para relawan dan membeli kuda serta senjata, atau membangun jembatan dan pabrik-pabrik seperti yang dikatakan beberapa orang.

 

“Zakat” adalah salah satu dari lima pilar Islam; empat pilar lainnya adalah sholat, puasa, ibadah haji dan syahadat (pengakuan iman, yaitu: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah). Zakat adalah bagian yang esensial dalam agama Islam, dan dikumpulkan untuk membantu orang yang miskin dan berkekurangan, tetapi penggunaannya hanyalah untuk tujuan-tujuan islami semata. Zakat juga dipakai untuk memenangkan orang kepada Islam, walaupun mereka adalah orang kaya. Zakat sesungguhnya digunakan untuk membeli senjata, memperlengkapi tentara untuk memerangi orang kafir dan mengobarkan perang suci – semuanya demi mencapai tujuan Islam.

 

Orang Kristen mengumpulkan sepersepuluhan yang digunakan untuk mencukupkan kebutuhan orang miskin, pembangunan dan memperbaiki gedung gereja, mendukung pelayanan para hamba Tuhan, dan penyebaran berita Alkitab dan prinsip-prinsip Kristen. Alkitab  melarang penyebaran iman Kristen dengan menggunakan uang atau senjata, agar tidak merayu atau meneror orang. Orang-orang Kristen memberikan kesaksian mereka dengan kasih, keberanian, dan pengorbanan diri, seperti yang dilakukan Kristus Tuhan mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: