//
you're reading...
Wanita

Nasib Wanita, Kristen- Islam Diperbandingkan

Diriwayatkan oleh ‘Aisha: “Hal yang membatalkan shalat diucapkan (oleh Muhammad) kepada saya, yaitu: seekor anjing, seekor keledai, dan seorang perempuan. Sayapun berkata (baca: protes), “Engkau telah mengibaratkan kami (kaum perempuan) sebagai keledai- keledai dan anjing-anjing. Demi Allah! Saya menyaksikan Nabi sedang shalat ketika saya (justru) berbaring ditempat tidurku diantara dia dan arah kiblat…”

Marilah kita berterus terang, tanpa
dusta, “Dimanakah halangan
sesungguhnya bagi sebuah doa?
Seorang wanitakah atau sipendoa itu
sendiri yang telah menganggap
wanita itu sebagai anjing? Dapatkah doa suami yang mengalaskan istrinya
ibarat anjing itu bisa sampai kehadirat
Tuhan? Tak ada jawaban ya disitu.

Tetapi Alkitab sudah membukakan rahasianya yang tidak digubris oleh Muslim selama ini, “Hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (1 Petrus 3:7).

Bagi perempuan Muslim, hidup dinegara Islam bukanlah sesuatu yang mudah, dimana mereka hanya
dianggap sebagai properti para pria
dan mereka harus tinggal di bawah
hukum syariah yang keras. Beberapa orang yang belum tahu hanya ikut-
ikutan menyatakan secara sempit
bahwa ajaran Alkitab juga tidak
memperlakukan wanita dengan baik.
Padahal, tidak ada satu pasal pun di
dalam Alkitab yang mendorong suami untuk bersikap kasar terhadap
istrinya.

Akitab menyatakan bahwa di dalam
Yesus Kristus,…. tidak ada hamba atau
orang merdeka, tidak ada laki-laki
atau perempuan,Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus
memiliki nilai dan hak-hak yang setara
karena semua mereka diciptakan
menurut gambar Allah. Suami diperintahkan untuk mengasihi istri
seperti Kristus yang mengasihi jemaat
dan mati baginya . Suami tidak boleh semena-mena atau bersikap
kasar terhadap istri dan harus mengasihi istri seperti mengasihi
tubuhnya sendiri . Pendeknya, suami tanpa syarat, harus bersikap
luhur dan mulia terhadap istrinya dan
sebaliknya, demi tidak jatuh dalam
godaan setan yang sebenarnya . [seperti menyalahkan istri sebagai
anjing, mencap wanita itu defisit otak
dan agama, yang satu dikenai hukum
cambuk – yang lain hukum rajam, zina
atas nama kawin kontrak (mut’ah),
kawin kanak-kanak karena bisa main-main, dan mendakwa aurat
wanita sebagai setan, dll].

“Hendaklah suami memenuhi
kewajibannya terhadap isterinya,
demikian pula isteri terhadap
suaminya. Isteri tidak berkuasa atas
tubuhnya sendiri, tetapi suaminya,
demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
Janganlah kamu saling menjauhi,
kecuali dengan persetujuan bersama
untuk sementara waktu, supaya kamu
mendapat kesempatan untuk berdoa.
Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis
jangan menggodai kamu, karena
kamu tidak tahan bertarak”.

Tidak ada satu perintah pun yang
menyarankan atau mendorong suami
untuk memukul atau bersikap kasar
terhadap istrinya. Suami dan istri
diperintahkan untuk saling
merendahkan diri seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus tapi suami harus memelihara istrinya dan sekeluarga . Suami dan istri menjadi satu daging di hadapan
Tuhan . Karena itulah, Tuhan Elohim membenci perceraian , Karena institusi keluarga itu sungguh kudus.
Ya, sikap mengenai relasi pria dan
wanita di dalam Alkitab berbeda
langit-bumi dengan yang di dalam
Qur’an.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: