//
you're reading...
Quran

Hari Penghakiman

Orang Muslim percaya bahwa ketika seseorang meninggal dunia, ada dua malaikat yaitu Nakeer dan Munkar yang akan mengunjunginya di dalam kuburnya. Mereka akan menanyai orang itu mengenai imannya (lihat: about). Jika ia adalah orang yang beriman, kuburnya akan diperlebar sekitar 14,17 meter persegi, dan akan diberi penerangan. Kemudian ia disuruh tidur seperti seorang pengantin pria hingga Hari Kebangkitan, dimana saat itu Allah akan membangkitkannya dan memberinya pahala. Jika didapati ternyata ia adalah orang yang “munafik” atau seorang yang tidak beriman), maka kedua malaikat itu akan memerintahkan kuburnya untuk mengecil agar ia terhimpit hingga tulang-tulang rusuknya hancur.

Perhatikan bahwa perbuatan-perbuatan orang itu tidak diperhitungkan. Yang penting hanyalah apakah ia percaya kepada Muhammad atau tidak. Hanya itulah yang diinginkan Muhammad. Ia ingin agar orang percaya kepadanya. Hanya itulah satu-satunya tujuannya.

Quran mengatakan bahwa pada Hari Penghakiman, langit akan terbelah (Sura 84:1) dan langit akan benar-benar tergoncang (Sura 52:9), matahari digulung (Sura 81:1), bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat (Sura 99:1), bulan hilang cahayanya (Sura 75:8) dan Malaikat Israfil akan meniup terompet dan semua makhluk hidup, manusia, malaikat dan jin serta semua yang hidup akan mati. Pada tiupan berikutnya, semua akan dibangkitkan hidup kembali. Tahta Allah akan muncul di awan-awan, digotong oleh 8 malaikat. Orang-orang beriman akan menerima kitab mengenai perbuatan-perbuatan mereka di tangan kanan mereka, dan orang-orang yang tidak beriman di tangan kiri mereka. Kitab-kitab itu akan dibuka dan perbuatan-perbuatan manusia akan ditimbang pada sebuah timbangan (mizan). Dalam ketakutan, orang-orang akan mencari seseorang untuk memohon kepada Allah. Mereka akan pergi menemui Adam, Abraham, Musa dan Yesus, tapi tidak mendapatkan pertolongan. Akhirnya mereka akan berpaling kepada Muhammad.

Orang Muslim juga percaya ada sebuah jembatan yang melintasi neraka, yaitu Sirat, yang lebih tajam dari mata pedang dan lebih tipis dari sehelai rambut. Orang-orang Muslim yang beriman akan menyeberangi jembatan itu “dalam sekejap mata” dan masuk ke surga. Orang-orang Muslim lainnya akan jatuh ke neraka, tetapi kemudian akan dilepaskan. Orang-orang yang tidak beriman akan jatuh ke neraka dan akan tinggal disana selamanya.

Tak seorangpun mengetahui dengan pasti kapan tepatnya Hari Penghakiman, tetapi hari itu akan jatuh pada hari Jumat tanggal 10 Muharram. Pada saat itu Allah akan membangkitkan semua yang sudah mati. Ia akan mengumpulkan abu mereka yang berserakan dan memanggil mereka untuk menemui-Nya. Orang-orang akan melihat Allah sejelas melihat matahari di hari yang tidak berawan. Kemudian Ia akan menghakimi mereka berdasarkan keyakinan mereka. Orang-orang yang tidak mempersekutukan Tuhan lain dengan Allah, tak peduli kejahatan apa yang telah mereka lakukan, akan masuk surga.

Ada juga beberapa ayat dalam Quran yang berbicara mengenai perbuatan-perbuatan baik.

[Al-Imran 3:30] Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebaikan dihadapkan (di mukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya, Ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh…

Namun demikian, bagi Muhammad kejahatan bukanlah seperti yang kita pahami. Baginya kejahatan berarti tidak beriman. Ini jelas berdasarkan ayat berikut ini.

[Ibrahim 14:44] Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang lalim: “Ya  Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walau dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa kamu sekali-kali tidak akan binasa?”

Bagi Muhammad, tidak ada yang lebih keji daripada ketidakpercayaan dan sekali anda beriman maka semua dosa anda akan diampuni dan tempat anda di surga dijamin. Dalam sebuah Hadith yang ditulis oleh Bukhari, ditekankan pentingnya beriman di atas semua perbuatan baik.

Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 445:

Dikisahkan Abu Dhar: Nabi berkata, “Jibril berkata kepadaku, ‘Barangsiapa diantara para pengikutmu yang mati tanpa menyembah yang lain selain Allah, akan masuk Firdaus (atau tidak akan masuk Api [neraka])”. Nabi bertanya, “Sekalipun ia telah melakukan hubungan seksual yang terlarang atau pencurian?” Ia menjawab, “Sekalipun demikian”.

Bagi orang-orang yang tidak beriman tidak ada keselamatan.

[al-Ma’idah 5:36] Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

[al-Kahf 18:106] Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

[Ta Ha 20:100] Barangsiapa berpaling daripada AlQur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat.

Kita manusia, sangat menekankan sikap saling menolong dan perbuatan baik. Akankah semua perbuatan baik itu berdampak? Tidak! Allah sama sekali tidak peduli apakah anda menghabiskan seluruh hidup anda melayani sesama manusia dan melakukan perbuatan baik. Jika anda tidak percaya kepada Muhammad, anda akan masuk neraka tak peduli seberapa banyaknya kebaikan yang telah anda lakukan, dan jika anda percaya kepadanya, maka semua dosa dan kejahatan anda akan diampuni.

[al-`Ankabut 29:25] Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu (hanya) dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolongpun.

“Kasih sayang di antara kamu (hanya) dalam kehidupan dunia ini”, kata Allah. Saya berpendapat kata-kata ini tidak mungkin berasal dari Pencipta umat manusia. Melainkan berasal dari orang yang tidak mempu mengasihi dan tidak pernah mengalami kasih. Kata-kata ini menggambarkan pikiran seorang yang narsistik.

Bagi orang yang narsistik, kasih mempunyai lingkup yang sangat sempit. Ia mengasihi sesamanya seperti ia mengasihi sebuah benda, misalnya mobilnya. Selama sesamanya itu memuaskan kebutuhan-kebutuhan narsistiknya, memujinya, menyanjungnya, memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik dan emosinya, ia mengasihi mereka. Jika mereka gagal melakukannya, ia menyingkirkan mereka, dengan jarak emosi yang sama seperti orang yang membuang mobil yang sudah rusak atau sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Orang yang narsistik mengasihi pasangannya, anak-anak dan sahabat-sahabatnya selama mereka memenuhi kebutuhan-kebutuhan narsistiknya dan mengembar-gemborkan citra dirinya sebagai suami, ayah, warga negara yang baik, dan sebagainya. Ia mengasihi sesamanya selama mereka memuaskan kebutuhan-kebutuhannya dan ia dapat mengeksploitasi mereka. Ia akan menyingkirkan mereka ketika ia sudah tidak memerlukan mereka lagi.

Quran mengatakan wajah orang-orang yang tidak menerima Allah akan digelapkan sehingga mereka dapat dikenali dengan mudah.

[az-Zumar 39:60] Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?

Apakah hal ini berarti bahwa orang-orang negro/kulit hitam akan pergi ke neraka, bercampur dengan orang-orang tak beriman yang wajah mereka berubah menjadi hitam?

Ayat ini benar-benar sebuah penghinaan bagi orang-orang hitam, tetapi herannya banyak dari mereka rela menjadi kawanan dombanya Islam. Tak banyak yang tahu bahwa Muhammad sebenarnya suka menghina orang-orang kulit hitam.

Stereotip ini ditegaskan ulang di tempat yang lain:

[Al-Imran 3:106] Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”

Absurditas kisah-kisah ini adalah bukti yang terang benderang. Namun demikian, orang Muslim tidak mampu bernalar. Apa gunanya kubur yang diperlebar dan diterangi untuk seorang yang sudah mati? Apakah ada orang yang pernah melihat kubur yang diperlebar dan diterangi? Apakah kubur Muhammad sendiri diperlebar?

Surga islami adalah sebuah tempat yang bersifat fisik. Itulah sebabnya mengapa Allah harus mengumpulkan semua abu orang yang sudah mati untuk menghukum atau memberi mereka pahala. Itu semakin tidak masuk akal karena kita tahu bahwa kita selalu memperbaharui elemen-elemen yang menyusun tubuh kita.

Muhammad tidak mengenal realita spiritual manusia yang diyakini bersifat tidak bergantung pada dunia materi. Pahala yang disediakan Allah adalah para pelacur, anggur, madu, taman-taman, istana-istana, pakaian-pakaian dengan sulaman emas dan obyek-obyek material lainnya. Jika firdaus adalah sebuah dunia spiritual, apa manfaat semua hal tersebut? Penghukuman-Nya juga bersifat jasmaniah, yaitu api. Dalam Islam, surga adalah tempat dimana orang-orang beriman berbaring di bawah bayang-bayang pohon, makan dan minum, dan menyetubuhi para pelacur.

[Surah 55:54,56] Mereka bertelekan di atas permadani yang di sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. …di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin”.

Orang-orang yang sehat secara emosional, tidak akan senang bila mengetahui bahwa orang-orang yang mereka kasihi sedang menderita. Ada sesuatu yang mengikat kita dengan sesama kita. Pengikat itu disebut kasih. Kecuali anda adalah seorang yang narsistik, anda tidak mungkin dapat bersenang-senang, terlibat dengan perzinahan dan menyetubuhi para pelacur sepanjang hari, bila anda mengetahui bahwa orang yang terdekat dengan anda dan yang anda kasihi sedang menderita. Mungkinkah ada orang yang dapat menikmati semua kebaikan surga bila orang-orang yang dikasihinya sedang dibakar di neraka?

Allah dan nabi-Nya tidak memikirkan hal ini. Itu karena Allah adalah bagian dari imajinasi Muhammad dan Muhammad sendiri adalah seorang yang narsistik. Orang yang narsistik tidak mempunyai kasih untuk siapapun. Nabi berasumsi semua orang sama seperti dia – tidak mempunyai emosi, tidak punya perasaan dan empati.

Dapatkah orang menikmati firdaus ketika mereka mengetahui bahwa orang-orang yang mereka kasihi, yaitu orang-orang yang tidak beriman sedang disiksa dalam neraka? Sesungguhnya orang Muslim dapat melakukannya. Jika mereka sanggup membunuh orang-orang yang terdekat dengan mereka dan yang mereka kasihi yang kemudian meninggalkan iman, mereka juga sanggup bersukacita jika sesama mereka itu disiksa dalam neraka. Sekali orang menjadi Muslim, ia dirasuki roh Muhammad dan kehilangan semua rasa kemanusiaan.

Perbuatan-perbuatan baik tidak bernilai. Percaya kepada Allah dan utusan-Nya adalah satu-satunya syarat untuk mewarisi firdaus yang materialistis ini.

Tempat ini hanyalah bagi orang Muslim. Tidak ada orang yang dapat masuk kesana karena mempercayai Allah. Hanya percaya kepada Muhammadlah yang akan menjamin jalan masuk kesana. Kita juga dibawa untuk percaya bahwa Para Ahli Kitab, yaitu orang Yahudi dan orang Kristen akan diselamatkan.

[al-Hajj 22:17]  Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

Namun, ayat ini berkontadiksi dengan ayat lain.

[al-Ma’idah 5:14] Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani” ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

Hal yang sama dikatakan mengenai orang-orang Yahudi (Sura 10:93). Menurut pemikiran islami, Bunda Theresa akan dibakar di Neraka sementara Khomeini dan Saddam Hussein akan masuk surga karena mereka percaya kepada Allah dan utusan-Nya.

Sumber:  http://alisina.org/the-day-of-judgment/

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: