//
you're reading...
Allah

Ciri dan Sifat TUHAN yang BENAR

Hidup hanya sementara. Namun, bagi orang yang percaya akan adanya TUHAN, maka kehidupan sesudah kematian adalah kekekalan. Tidak ada kesempatan kedua ketika sudah mati. Kesempatan untuk masuk diantara dua tempat, yaitu SURGA yang penuh KENIKMATAN ROHANI, atau neraka tempat PENGHUKUMAN KEKAL, ditentukan ketika kita semua masih ada di dunia fana ini. Sekali kita salah pilih, maka tidak ada kesempatan untuk menyesa
Jadi wahai saudara saudari yang kekasih, kenalilah Tuhan mu. Sebagian besar ajaran agama di dunia ini mengajarkan untuk menyembah TUHAN. Tapi, Tuhan manakah yang benar? Tuhan yang benar bisa kita kenali salah satunya melalui sifat sifatnya. Dan sangat penting untuk mengetahui, apakah Tuhan yang selama ini kita sembah itu Tuhan yang BENAR, atau bukan.
Silahkan merenungkan tulisan dibawah ini:

1. Tuhan itu Kudus dan Mulia, Dia menciptakan manusia sama ibarat Orang Tua melahirkan anak-anakNya, Dia menciptakan dan memelihara; Dia tidak narcist, Dia tidak gila hormat, Dia tidak gila disembah, justru Dialah yang selalu mencintai anak-anakNya tanpa pamrih. Maka dari itu, apabila kita menjumpai ada “sesuatu” yang mengaku Tuhan, tapi dia ANGKUH dan MINTA DISEMBAH-SEMBAH, jelas ini bukan Tuhan, karena Tuhan yang Sejati akan jauh dari tabiat yang seperti itu. Satu kali saja dia berucap: “Sembahlah Aku!” Ini sudah cukup buat kita sebagai alasan untuk tidak mempercayainya. Jangan percaya kepada Tuhan yang demikian, sebab ini bukan Tuhan. Ini adalah contoh tuhan yang goblok! Tuhan itu mulia, dan kalau Tuhan itu mulia, kenapa merengek-rengek minta disembah? Kecuali itu tuhan palsu. Tuhan cemburu kepada berhala bukan karena masalah penyembahannya, tapi karena manusia beribadah (memohon berkat dan perlindungan) kepada selain diriNya. Ibaratnya, orang tua yang sakit hati bila anaknya minta makan kepada tetangga, padahal orang tuanya mampu memelihara dg baik; atau, ibarat seorang suami yg sakit hati bila sang istri meminta nafkah pada tetangga sebelah rumah di depan mata sang suami secara terang-terangan. Bukankah ini merendahkan harga diri suaminya? Bukankah ini suatu penghinaan? Ya, seperti itulah perasaan Tuhan kepada kita.

2. Tuhan yang Maha Agung, Dia tidak akan pernah memuji-muji DiriNya sendiri, tetapi manusia dan para penghuni surgalah yang akan memuji-muji Tuhan karena kebaikan dan kekudusan-Nya. Sebab itu, apabila ada Tuhan yang memuji-muji diriNya sendiri, ini adalah model tuhan tak beres yang mesti kita jauhi.

3. Tuhan adalah Penguasa Tunggal, Satu-satunya, Tidak ada yang menandingi. Apabila Dia bersumpah, Dia akan bersumpah demi diriNya sendiri. Sebab itu, apabila ada Tuhan yang bersumpah demi bintang atau dengan benda lain selain DiriNya, ini adalah tuhan yang bodoh, dan ini saja sudah cukup buat kita sebagai alasan untuk tidak bisa mempercayainya sebagai tuhan.

4. Tuhan itu Esa, apabila Dia berfirman kepada manusia, Dia akan memakai kata ganti personal tunggal, “AKU”. Apabila ada Tuhan yang berfirman kepada manusia memakai kata ganti “KAMI”, maka ini bukanlah Tuhan yang Esa yang telah mengutus nabi-nabi di Israel. Ini adalah jenis tuhan yang berbeda. Ingat, ini tuhan yang sangat-sangat berbeda.

5. Tuhan itu Baik, Dia membenci Kejahatan. Tuhan membenci perbuatan-perbuatan yang nista, perbuatan yang mencerminkan ketidaksetiaan dan ketamakan. Walaupun orang itu nabi sekalipun, apabila sang nabi berbuat sesuatu yang nista, Tuhan tetap akan menghukumnya. Apabila ada Tuhan yang selalu membela kelakuan nabinya, bahkan kelakuan yang memalukan sekalipun, berarti ini tuhan yang menjijikkan dan sudah pasti itu bukan Tuhan. Tuhan tidak akan mengekor pada nabinya, justru nabilah yang harus patuh dan taat pada Tuhan.

6. Tuhan ketika menyampaikan firman dengan perantaraan nabiNya, Dia akan menggunakan DiriNya sebagai Subyek yang harus dipatuhi. Nabi hanyalah sebagai alat, sebagai penerus kata-kataNya, sebagai penyambung lidahNya. Tuhan yang Sejati tidak akan menempatkan nama nabiNya sejajar dengan namaNya. Apabila ada tuhan yang demikian berarti ini adalah tuhan palsu bikinan manusia.

7. Keberadaan Tuhan tidak bergantung pada “congor” satu orang manusia, yang mengklaimnya sebagai Tuhan dan Sang Pengutus. Tuhan itu independent, bebas mau menyampaikan firman-Nya kepada siapapun, di mana pun dan kapan pun. Tuhan tidak dikuasai oleh mulut satu orang saja. Sekalipun satu orang mati, firman-Nya tidak terhenti. Dia masih mampu berfirman. Bila ada Tuhan yang bergantung pada satu orang saja, yang mengaku-ngaku nabi, berarti ini “tuhan” yang wajib diragukan keberadaannya. Sudah dipastikan, bahwa “tuhan” tersebut adalah tuhan yang sengaja diciptakan oleh satu orang tersebut. Bila benar ia adalah Tuhan, maka tanpa keberadaan orang tersebut, semisal orang tersebut mati, Tuhan tetap mampu berfirman kepada orang lain dan kepada saksi-saksi lainnya.

8. Tuhan itu maha suci, jauh dari sifat-sifat buruk, salah satunya adalah suka menipu. Jadi, Tuhan bukanlah penipu! Bagaimana bila ada sosok yang ngaku-ngaku Tuhan tapi dia senang menipu, dan membalas tipu dengan tipu-tipu pula? Maka sudah dipastikan sosok yang demikian pastilah bukan Tuhan yang maha suci dan luhur budi itu. Di dalam Bibel kita telah diberitahu bahwa sosok yang lihai dalam soal tipu-menipu adalah Iblis. Iblis itu adalah bapa dari segala dusta.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: