//
you're reading...
Muhamad, Quran, Sejarah

Musuh Bersama

(Bahasa Inggrisnya Public Enemy atau Common Enemy)

 

Mengapa agama yang katanya sering kali disebut-sebut membawa damai justru malah membawa perang dan kekerasan? Tidak usah jauh-jauh, lihatlah bagaiman Sunni membunuh Ahmadiyah dengan kejinya, Sunni menyerang Syiah dan sebaliknya, Muslim menyerang Kristen, Katolik sempat memerangi orang Kristen bahkan membunuh mereka yang tidak mau masuk ke dalam gereja katolik, dsb. Kondisi yang sangat menyedihkan sekali saudara.

 

Sebenarnya seluruh umat manusia itu mempunyai satu musuh yang sama, musuh bersama yang harus diperangi, bukannya kita malah saling memerangi. Musuh kita bukanlah sesama manusia. Hanya saja manusia telah diadu domba sehingga menyerang sesamanya padahal yang Tuhan inginkan adalah untuk kita saling mengasihi, itu adalah perintah terbesar yang ke dua. Lalu siapakah musuh kita ini? Dia adalah pribadi yang sangat cerdas, jauh lebih cerdas dari kita, dan dia sudah berusia ribuan tahun. Dia memang ahli dalam berdusta dan membunuh adalah kegemarannya:

 

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yohanes 8:44)

 

Ya saudaraku, Iblis adalah musuh kita! Mengapa kita membiarkan diri kita diadu domba satu sama lain? Padahal Iblislah yang harus kita serang! Sungguh sedih Tuhan melihat kita sesama manusia malah saling membunuh padahal Tuhan ingin kita untuk saling mengasihi. Inilah ulah si Iblis yang harus kita basmi, saudaraku! Ini bukan tanggung jawab saya semata tetapi juga tanggung jawab Anda. Kita tidak boleh membiarkan Iblis mengadu domba kita dan menang. Saudara setan akan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, bahkan orang besar yang dikagumi oleh banyak orang.

 

Muhammad pun tidak luput dari serangan setan. Dia pernah tercatat beberapa kali kerasukan setan atau diganggu jin. Salah satu hasilnya adalah ayat-ayat setan yang sempat keluar dari mulutnya yang konon katanya selalu mengeluarkan wahyu Tuhan. Catatan sejarah ini dicatat oleh 4 cendikiawan Muslim, jadi cerita ini bersumber dari kalangan Islam sendiri:

 

Ibn Jarir al-Tabari (meninggal tahun 923 A.D.) adalah seorang Sunni Safi’I yang menulis sebuah buku tentang Islam yang berisi 38 volume yaitu Sejarah Islam di dunia sampai tahun 915 A.D. Ia disbut sebagai “Syekh para komentator”. Ia menulis dalam volume 6 hal.108-110, “Ketika Utusan Tuhan melihat bagaimana ia akan membawa mereka pada Tuhan, ia merindukan dalam jiwanya bahwa suatu hal akan datang dari Tuhan yang mana akan menyatukannya dengan bangsanya…. Dan kita ia datang pada firmannya: “Pernahkah kamu mengajarkan tentang Lat, dan Uzza, serta Manat, ketiganya itu, serta yang lainnya juga? [Qs 53:19-20] Setan membalut mulutnya, karena dalam hatinya berontak dan apa yang ia inginkan untuk dikatakan pada umatnya yaitu: Ini adalah syafaat yang terbang tinggi, aku yakin syafaat mereka diterima [atau dengan kata lain: diharapkan atau diinginkan].” [Qs 53:21] Ketika kaum Qurais mendnegar hal ini, mereka berbahagia dan senang sekali akan cara ia menyampaikan perkataan dari tuhan mereka, dan mereka mendengarkannya, sementara umat Islam, mempunyai kepercayaan yang penuh pada nabi mereka dan hormat akan pesan yang dibawanya dari tuhan, tidak menyangkanya bahwa ia salah, sedang berilusi, atau membuat kesahalan…. Lalu [kemudian] Gabriel datang pada utusan Tuhan dan berkata padanya,’Muhamad, apa yang telah kamu lakukan? Kamu telah menceritakan pada umatmu yang saya tidak beritahukan pada Tuhan…” (Kisah sama dicatat pula oleh Al-Wahidi/Wakidi, Ibn Sa’ad/Sa’d, dan Ibn Isaq/Ishaq)

 

Mengerikan bukan saudara? Tidak tanggung-tanggung setan mampu menaruh ayat palsu (ayat setan) dalam mulut Muhammad. Beruntunglah saudara yang Muslim karena Alquran sudah diralat! Namun, kalau ini bisa terjadi sekali ini, apakah jaminan ayat-ayat yang lain bukan ayat palsu (setan)? Ini bukanlah sekali-kalinya Muhammad kerasukan setan, mulai dari masa kanak-kanak pun Muhammad juga tercatat dicurigai kerasukan setan:

 

Ayahnya (suami Halimah) berkata kepadaku, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung, maka bawalah dia kembali ke keluarganya sebelum terjadi akibat buruk” [… ] Dia (ibu Muhammad) menanyakan padaku apa yang terjadi dan terus menggangguku sampai aku menceritakan padanya. Ketika dia bertanya apakah aku takut anaknya (Muhammad) kerasukan setan, maka kujawab, “Iya”. (Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah)

 

Bahkan ketika Muhammad sedang bertapa di goa Hira dan didatangi oleh sosok misterius yang disebut “Jibril”, Muhammad pun sempat gelisah selama enam bulan dan khawatir dirinya sedang mendapat serangan roh jahat (jin):

 

Tetapi kemudian ia terbangun ketakutan, sambil bertanya-tanya kepada dirinya: Gerangan apakah yang di­lihatnya? Ataukah kesurupan yang ditakutinya itu kini telah menimpanya? Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak melihat apa-apa. Ia diam sebentar, gemetar ketakut­an.” (Sejarah Hidup Muhammad, hal. 90)

 

Bahkan karena bingungnya Muhammad pun sempat berpikir untuk bunuh diri dengan cara terjun dari Hira’ atau dari atas pun­cak gunung Abu Qubais (Sejarah Hidup Muhammad, hal 97). Bunuh diri memang salah satu gejala yang umum yang dimiliki orang yang kerasukan setan atau diganggu roh jahat. Selain kerasukan setan, Muhammad juga pernah terkena guna-guna sehingga dia berhalusinasi:

 

Diceritakan Aisyah: “Nabi pernah disihirkan sehinggalah Baginda menyangkakan bahawa ia telah mendatangi mereka (isteri-isteri) sedangkan ia tidak mendatangi mereka” (HR Bukhari [kitab 56 no 5323] dan Muslim)

 

Jelas Allah tidak bisa atau tidak mau melindungi Muhamad dari kuasa setan bahkan hingga sampai keluar ayat-ayat setan. Muhammad pun tidak mampu menang melawan setan. Jika nabi saja bisa kesurupan, apalagi para pengikutnya? Apakah para pengikutnya lebih hebat dari nabi sehingga aman dari gangguan syaitan?

 

Lalu bagaimana caranya kita bisa mengalahkan Iblis? Apakah dengan senjata api? Atau pedang? Atau apakah? Tentu bukan begitu cara kita berperang karena Iblis berada dalam kawasan roh, maka kita pun harus menggunakan senjata roh pula. Siapakah yang mampu untuk mengusir roh jahat? Tentu hanya Tuhan. Kita sebagai manusia tidak memiliki kuasa apapun kecuali diberikan oleh yang empunya Maha Kuasa. Saudara, sepanjang sejarah dunia, hanya 1 pribadi yang tercatat yang memiliki kuasa untuk mengusir setan dan mampu untuk memberikan kuasa itu kepada orang lain:

 

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Lukas 10:17,19)

 

Ya saudara, Tuhan Yesus adalah satu-satunya pribadi itu. Tidak hanya Dia mampu mengusir setan tetapi Dia mampu memberikan kuasa kepada murid-murid-Nya untuk mengusir setan di dalam nama-Nya. Mengapa nama Yesus? Karena nama Yesus adalah nama tertinggi, nama di atas segala nama (Filipi 2:9), nama Tuhan yang Maha Kuasa. Ajaib bukan? Tunggu dulu tetapi nama Yesus bukanlah nama sembarang nama, nama ini harus digunakan dengan benar. Syarat yang paling utama adalah iman yang benar dan sungguh kepada Yesus. Syarat, kedua adalah hidup oleh Roh Kudus, maksudnya kita tidak hidup duniawi melainkan hidup mengikuti keinginan Roh Tuhan, melakukan hal-hal yang Tuhan ingin lakukan, seperti mengasihi, mengampuni, memberitakan kebenaran, injil kerajaan surga, dll. Jangan harap jika kita mencoba menggunakan nama Yesus demi kepentingan diri sendiri akan ada hasil yang baik, bahkan bisa-bisa Iblis bisa menipu Anda dan memberikan kesaktian semu, jadilah Anda tertipu seperti Muhammad.

 

Di dalam Alquran, Allah bukannya berperang melawan setan tetapi Allah justru berperang melawan kafir. Dan setan justru lebih menjadi seperti partner sekerja Allah bukannya musuh. Sangat kontras dengan Yesus dan murid-murid-Nya yang gemar mengusiri setan. Mari kita lihat ayat berikut di mana Allah dengan sengaja mengirimkan setan kepada orang-orang tertentu dan bahkan menempatkan setan pada orang tertentu, supaya mereka berbuat kejahatan:

 

Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh? (Qs 19:83)

 

Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Qs 4:36)

 

Benar sekali bahwa setan adalah penyesat dan penggoda untuk manusia berdosa dan oleh karena inilah kita perlu memerangi setan, bukan manusia. Iblis adalah musuh kita bersama. Sayangnya Allah tidak pernah memberikan atau menunjukkan kuasa kepada Muslim/Muhammad untuk mengusir setan. Justru yang digembar-gemborkan Allah adalah mengalahkan kafir, yaitu dengan pembunuhan, kekerasan, dan ketakutan (Qs 8:12).

 

Jadi saudara, jika Anda ingin menang melawan setan, datanglah kepada Yesus, pribadi yang selalu menang melawan setan. Jangan biarkan dirimu ditipu lebih lanjut dan diadu domba dengan sesama lagi. Usirlah setan-setan tersebut setiap hari. Jangan Anda berpikir yang namanya kerasukan setan itu hanya jika kesurupan saja. Ketika kita tidak bisa melepaskan dosa tertentu, misal kesombongan, itu pun berarti hati kita telah dirasuki oleh setan. Ingat Yudas? Dia mengkhianati Yesus karena Iblis telah merasuknya! Walaupun Yudas tidak menunjukkan tanda-tanda kesurupan. Bagaimana dengan kejadian di Cikeusik? Itu juga tanda-tanda orang yang sudah kerasukan setan, mereka begitu dihimpit oleh si jahat sehingga mereka menjadi buta akan kebenaran dan membunuh menjadi kegemaran. Inilah saudara mengapa penting bagi kita untuk selalu memerangi dan mengusir setan. Sudahkah kita mengusiri setan yang merecoki kehidupan kita setiap harinya? Gunakanlah kuasa nama Yesus yang sudah diberikan kepada mereka yang sungguh percaya! Hey yang mengikut Kristen, pengikut Kristus, kita terpanggil untuk menjadi prajurit Tuhan untuk memerangi setan. Sudahkah kamu menjalankan tugasmu sebagai seorang prajurit? Ada di pihak manakah kamu?

 

Peperangan kita bukan melawan manusia di bumi ini. Kita berperang melawan pemerintah, penguasa, dan kuasa dari dunia kegelapan ini, dan berperang melawan roh-roh jahat di angkasa. (Efesus 6:12)

 

Tuhan Yesus memberkati.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: