//
you're reading...
Muhamad

=Bukti dari Fakta Sejarah bahwa Muhammad adalah Seorang Penghipnotis=

Seorang penghipnotis, hanya bisa menanamkan “sugesti” ke dalam pikiran korbannya tanpa sanggup menunjukkan bukti fakta dan realita.

Orang yang sudah di bawah pengaruh hipnotis akan kehilangan pikiran logisnya dan hidup dalam dunianya sendiri.

Saya kutip dari http://hipnotis.net/?p=4

“………..Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :
“Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut ! “
Yang dimaksudkan dengan “memberikan pengaruh” adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar “menyetujui” Sugesti dimaksud.

Suatu rangkaian kata atau kalimat, agar benar-benar menghasilkan efek sugesti, maka sebaiknya menerapkan beberapa “aturan” sebagai berikut ini:

Client Language Preference
Pergunakan kata dan kalimat yang dipahami oleh Subyek, dalam hal ini adalah “bahasa ibu” dari Subyek, serta kosa kata & istilah yang dipahami oleh Subyek.

Pacing – Leading
Secara sederhana dalam kaidah hipnotis, Pacing berarti “fakta” dan Leading berarti “saran”. Kalimat-kalimat hipnotis adalah kalimat saran yang diselipkan di antara kalimat fakta.

Repetition
Lakukan pengulangan-pengulangan di kata dan kalimat penting, karena pengulangan akan lebih efektif dalam “menembus” pikiran bawah sadar.

Dalam kondisi “Hypnosa” atau kondisi terbukanya pintu gerbang pikiran bawah sadar, pikiran kita relatif menjadi tidak begitu kritis, atau dengan kata lain kita menjadi agak kurang “logis”. Semakin dalam kondisi “Hypnosa” yang terjadi, maka akan semakin berkurang proses “logika” kita.
…………………………………”

Sekarang, mari kita teliti dari sejarah, seperti apa Muhammad menanamkan “sugesti” ke dalam alam bawah sadar para pengikutnya?

Kata-kata sugesti yang dipakai Muhammad dalam menghipnotis para pengikutnya, salah satu contohnya adalah ini:

1) “Aku (Muhammad) adalah rasul awloh…” Kalimat ini diulang-ulang terus.

Setelah orang-orang tertentu (yang lemah pribadinya dan mudah dipengaruhi alam bawah sadarnya) berhasil ditaklukkan di bawah pengaruh hipnotis, Muhammad menyuruh mereka mengakuinya dengan cara mengulang kalimat tersebut, dan bahkan disuruh “bersaksi”. Sehingga kalimat sugestinya secara lengkap menjadi: “Kami bersaksi bahwa Muhammad itu rasul awloh.” Untuk menyamarkan egonya, dia sisipi kata-kata pelengkap: “Tiada tuhan selain awloh.” Sebenarnya bagian terpenting dari syahadat adalah Muhammad-nya.

Kini, muslim senior melanjutkan penanaman sugesti itu ke dalam pikiran bawah sadar muslim-muslim yunior. Sejak masih kanak-kanak, muslim junior sudah dihipnotis dengan kalimat syahadat dan mereka wajib mengulang-ulangnya setiap hari lewat sholat. Jadi, proses pembentukan pribadi zombi diawali dari trik hipnotis (penanaman kalimat syahadat sebagai sugesti).

2) “Kalian telah menemukan namaku dalam kitab kalian, kalian telah tahu bahwa aku adalah nabi yang dijanjikan.” Kalimat ini diulang-ulang terus.

Memang tidak semua orang bisa dipengaruhi alam bawah sadarnya, sebagaimana menurut sumber berikut:

“….Dalam pengertian praktis, maka seseorang hanya dapat dihipnotis, jika memenuhi 3 persyaratan utama, yaitu :

1. Bersedia atau tidak menolak
Hipnotis terkait dengan pembukaan filter pikiran bawah sadar. Oleh karena itu jika seorang Subyek tidak nyaman atau menolak, secara otomatis filter pikiran bawah sadarnya akan tertutup.

2. Memahami komunikasi
Hipnotis adalah penanaman pengertian yang dibentuk melalui komunikasi verbal dan non verbal. Jika seseorang memiliki gangguan panca indera (misal : gangguan pendengaran), maka sulit untuk menerima proses hipnotis. Demikian juga jika kata-kata kalimat dari Hypnotist tidak dipahami oleh Subyek, maka Subyek akan sulit untuk memasuki kondisi hipnotis.

3. Memiliki kemampuan untuk fokus
Salah satu faktor penting yang dapat mempermudah pembukaan filter pikiran bawah sadar adalah fokus. Oleh karena itu bagi Subyek yang memiliki kesulitan serius dalam fokus, sulit untuk dipandu memasuki kondisi hipnotis.
…………….”

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan jelas bahwa hipnotis membutuhkan kerjasama yang baik antara Subyek dengan Hypnotist. Bahkan dapat dikatakan bahwa Subyek memegang peranan utama, oleh karena itulah disebut sebagai “Subyek”.

Maka dari itu, sekalipun Muhammad sudah berusaha untuk menanamkan sugestinya itu ke alam bawah sadar orang-orang Yahudi, tapi lantaran orang-orang Yahudi itu menolak dan bersikap kritis (tidak mudah percaya begitu saja), maka hampir secara keseluruhan orang-orang Yahudi tidak ada yang berhasil dijadikan zombi. Hanya segelintir Yahudi bodoh saja yang berhasil dipengaruhi Muhammad.

Orang-orang yang sudah di bawah pengaruh hipnotis Muhammad, mereka akan tunduk 100% pada semua perintah Muhammad. (Bandingkan juga dengan orang-orang yang dihipnotis oleh Rommy Rafael dalam acara televisi di RCTI dahulu).

Berikut ini adalah contoh dari sumber Islam tertua, bagaimana para zombi mencoba mengulang kalimat sugesti yang telah ditanamkan ke dalam otak mereka tanpa mereka sendiri mengerti apa yang mereka ucapkan:

Abu Bakar:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 523

Ibnu Ishaq berkata, pada suatu hari Abu Bakar memasuki Baitul Midras dan melihat banyak sekali orang-orang Yahudi di sana sedang berkumpul di salah seorang dari mereka yang bernama Finhas; ulama dan rahib mereka. Finhas ketika itu ditemani rahib Yahudi yang lain yang bernama Asya’. Abu Bakar berkata kepada Finhas, “Celaka engkau wahai Finhas, bertakwalah engkau kepada Allah dan masuk Islamlah! Demi Allah, engkau telah mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau datang kepada kalian dengan membawa kebenaran dari sisi Allah, dan kalian mendapati nama beliau tertulis di Taurat dan Injil.”

Abdullah bin Salam:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 470-471

Aku menghadap kepada Rasulullah SAW, dan berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang pandai membuat kebohongan. Aku ingin engkau memasukkanku ke sebagian rumahmu dan merahasiakanku dari mereka. Setelah itu, engkau tanyakan kepada mereka tentang diriku hingga mereka menjelaskan kepadamu bagaimana kedudukanku di mata mereka sebelum mereka mengetahui keislamanku. Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku.’

Rasulullah SAW memasukkanku ke dalam salah satu rumah beliau, dan pada saat yang sama orang-orang Yahudi masuk menemui Rasulullah SAW.

Mereka berbicara dengan beliau dan bertanya kepada beliau. Setelah itu, Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kedudukan orang yang bernama Al-Hushaini bin Salam di tempat kalian?’

Orang-orang Yahudi menjawab, ‘Ia pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia uskup kami dan ulama kami.’

Usai mereka berkata seperti itu, aku keluar menemui mereka, dan aku berkata kepada mereka, ‘Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan terimalah apa yang telah datang kepada kalian. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Kalian mendapati beliau tertulis di kitab kalian di Kitab Taurat lengkap dengan nama beliau, dan ciri-ciri beliau. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa beliau utusan Allah, beriman kepada beliau, membenarkan beliau, dan mengenal beliau.’

Mereka berkata, ‘Engkau berkata bohong.’

Mereka pun mencaci-makiku. Aku berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, bukankah aku telah jelaskan kepadamu bahwa mereka adalah kaum yang pandai membuat kebohongan, berkhianat, berdusta, dan jahat?’

Aku tetap memperlihatkan keislamanku dan keislaman keluargaku. Bibiku, Khalidah binti AI-Harts juga masuk Islam dan keislamannya bagus.”

Ka’ab bin Asad:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 202

Ka’ab bin Asad berkata, `Ketiga tawaran tersebut ialah (1) kita mengikuti Muhammad dan membenarkannya. Demi Allah, sungguh telah terlihat dengan jelas oleh kalian bahwa dia Rasul dan kalian mendapati namanya tertulis di Kitab kalian. Dengan cara seperti itu, kalian mendapatkan keamanan terhadap darah, kekayaan, anak-anak, dan wanita-wanita kalian.’

Semua orang yang sudah dipengaruhi oleh Muhammad, Mereka akan melakukan klaim yang sama seperti klaim Muhammad tentang dirinya, mereka cuma mengulang-ulang perkataan Muhammad, bahwa “KALIAN TELAH MENGETAHUI MUHAMMAD itu NABI, KALIAN MENDAPATI NAMA MUHAMMAD TERTULIS DI TAURAT.”

Ibarat seorang Rommy Rafael (Master Hipnotis) yang menghipnotis korbannya, terus-menerus dia lontarkan kata-kata yang sama:

“KALIAN TELAH MENGETAHUI MUHAMMAD itu NABI, KALIAN MENDAPATI NAMA MUHAMMAD TERTULIS DI TAURAT.”

Dan orang yang telah berhasil di bawah pengaruh hipnotisnya, juga mengulang kalimat yang sama terhadap orang lain:

“KALIAN TELAH MENGETAHUI MUHAMMAD itu NABI, KALIAN MENDAPATI NAMA MUHAMMAD TERTULIS DI TAURAT.”

TAPI:

Pernahkah MUHAMMAD, KA’AB BIN ASAD, ABDULLAH BIN SALAM atau ABU BAKAR menyebutkan secara spesifik sebuah ayat dari Taurat dan membacakannya sebagai bukti mereka tidak hanya asal klaim?????????

Saya tidak menemukan dalam Sirah manapun, bahwa Muhammad pernah menunjukkan ayatnya, membacakannya di hadapan orang-orang Yahudi dan menyatakan bahwa dirinya-lah yang dimaksud dalam ayat itu, kecuali membual dan terus membual dengan kata-kata self-proclaimnya yang hanya dengan maksud untuk membodohi dan menghipnotis semata.

Yang dapat Muhammad lakukan hanya memaksa alam bawah sadar muslim untuk MEYAKINI apa yang dia katakan tanpa dia sendiri sanggup memberikan FAKTA.

Jadi kata-kata sugesti Islam kepada muslim saat ini selalu diikuti dengan kata, “Yakinlah, bahwa bla-bla-bla……”

COntoh:

Yakinlah bahwa di dunia ini tidak ada seorang pun yg sanggup menandingi ketampanan Rasulullah.

atau

Yakinlah bahwa di dunia ini tidak ada seorang pun yg sanggup bikin ayat serupa Alquran.

Dan masih banyak lagi.

Muslim hanya disuruh yakin saja, tanpa ada bukti secuilpun. Dan muslim manut kayak kerbau dicucuk hidungnya, sebab mereka di bawah pengaruh hipnotis, yg dalam istilah Islam dinamakan “HIDAYAH”.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: