//
you're reading...
Apologetik

wujud Allah

 

Wahai para pembaca yang Budiman, disini ana sama sekali tidak membahas ‘aqal wal logika, namun yang ana bahas disini hanyalah dalil-dalil dari Allah dan Rasul-Nya.

 

Mungkin diantara Antum sekalian ada yang bertanya-tanya, seperti apakah bentuk Allah?! Oleh karenanya Insya Allah didalam postingan ini akan ana sajikan bagaimana sebenarnya bentuk Allah Swt menurut dalil-dalil dari Allah war Rasul-Nya!:

 

.

 

BEGINILAH WUJUD ALLAH SWT YANG SEBENARNYA!

 

– Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘arsy-Nya (di atas Singgasana-Nya)! 

 

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Tuhan-mu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan-mu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”.(Qs Yunus: 3).

 

Sesungguhnya setiap hari Allah Swt selalu berada di atas ‘arsy-Nya (Singgasana-Nya) sesuai dalil Qs Yunus: 3. Jadi maksudnya adalah, dahulu kala ketika langit wal bumi (baca: alam semesta) sebelum diciptakan, maka Allah Ta’ala sama sekali tidak memiliki tempat. Namun setelah enam hari kemudian Allah Ta’ala bergerak untuk menciptakan langit wal bumi, maka terciptalah langit wal bumi wa seketika itu pula tercipta ‘arsy Allah (singgasana Allah) yang berfungsi sebagai tempat tinggal Allah!.

 

– Seseorang yang berada di dataran tinggi, maka dia akan lebih dekat dengan Allah Ta’ala ketimbang mereka yang berada di dataran rendah!

 

Sebagaimana dalilnya: “Antara langit dengan langit di atasnya adalah lima ratus tahun perjalanan, dan jarak antara langit dengan bumi adalah lima ratus tahun perjalanan, antara langit yang ke tujuh dengan kursiy adalah lima ratus tahun perjalanan, antara Kursiy dengan air adalah lima ratus tahun perjalanan, dan ‘Arsy berada di atas air, dan Allah berada di atas ‘Arsy. Tidak ada satupun dari amal perbuatan kalian yang tersamar dihadapan-Nya!”. (Hadits Shahih Riwayat Darimi; Ibnu Khuzaimah; Thabrani; Baihaqi; dan Al-Khathib, Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Ra).

 

Dalil ini adalah sebagai wahyu yang telah menjelaskan kepada segenap manusia mengenai jarak antara langit dan bumi dan ‘alam-’alam yang lainnya. Jadi jaraknya adalah!: Permukaan bumi >>> Langit dunya = 500 tahun perjalanan. Langit dunya ( lapisan langit yang kesatu)  >>> langit kedua >>> = 500 tahun perjalanan. Langit kedua >>> Langit ketiga = 500 tahun perjalanan. Langit ketiga >>> langit keempat = 500 tahun perjalanan. Langit keempat >>> langit kelima = 500 perjalanan. Langit kelima >>> Langit keenam = 500 tahun perjalanan. Langit keenam >>> Langit ketujuh = 500 tahun perjalanan. Langit ketujuh >>> Kursiy Allah = 500 tahun perjalanan. Kursiy Allah >>> Air dan juga ‘Arsy Allah = 500 tahun perjalanan. Sedangkan Allah berada di atas ‘Arsy-Nya yang Mulia. Jadi dapat dipastikan bahwa kurang lebih manusia bisa bertemu dengan Allah Ta’ala harus melewati kurun waktu selama 4500 tahun perjalanan untuk sampai ke atas langit dan ke atas ‘arsy Allah untuk bertemu wa bertamu kepada Allah Ta’ala, sang Tuhan semesta ‘alam. Dan wajib diketahui pula, kalimah ‘tahun perjalanan’ yang disebutkan didalam hadits di atas adalah tahun perjalanan unta, karena semasa Rasulullah Saw hidup, kendaraan adalah unta. Jadi simpelnya adalah, untuk sampai kepada Allah Ta’ala kita dibutuhkan jarak tempuh 4500 tahun perjalanan unta dari permukaan bumi terbang menuju ‘arsy Allah (singgasana Tuhan) yang terletak di atas langit yang ketujuh. Dan karena Allah Ta’ala bertempat di atas, maka dapat dipastikan bahwa seseorang yang sedang berada di dataran tinggi lebih dekat jaraknya kepada Allah Ta’ala ketimbang seseorang yang sedang berada di dataran rendah.

 

– Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘arsy-Nya mirip seperti bulan!

 

Didalam “Syarah Aqidah Al-Wasithiyyah” dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm, disitu dijelaskan:

 

“Allah Maha Tinggi diatas makhluk-Nya dan Allah Swt bersama mereka dimana saja mereka berada dan Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan, sebagaimana Allah tuturkan yang demikian itu dalam firmanNya: ‘Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu (wa huwa ma’akum) di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Surah Al-Hadid: 4)’. Bahkan bulan merupakan salah satu tanda dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah, yang termasuk diantara makhluk-Nya yang paling kecil yang terdapat di langit. Dan bulan ini bersama musafir (orang dalam perjalanan) dimana saja dia berada, serta yang bukan musafir. Dan Allah berada (bersemayam) diatas ‘Arsy-Nya, Allah mengawasi makhluk-Nya dan Allah memperhatikan (perbuatan) mereka, meneliti (gerak-gerik mereka), mengintai mereka, dan seterusnya dalam pengertian RububiyahNya.”

 

Dari dalil di atas menyatakan bahwasanya Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘arsy itu seperti halnya bulan. Jikalau Anda sekalian ingin tau Allah, maka perhatikanlah bulan di langit! Bulan itu bertempat di langit, namun dia bersama kita, walaupun kita berjalan ke perkotaan; ke perkampungan; ke puncak gunung; ke puncak bukit; ke tengah lautan luas; ataupun ke pemukiman penduduk, namun bulan selalu bersama-sama dengan kita semua. Begitu juga dengan Allah Swt yang bertempat di atas ‘arsy-Nya, namun Dia Swt selalu bersama kita dimana pun kita berada.

 

– Allah Ta’ala mempunyai bentuk!

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm berkata:“Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki batasan (bentuk) dan tidak ada yang mengetahui bentuk-Nya kecuali Dia sendiri. Demikian pula tempat-Nya memiliki batasan (bentuk), yaitu bahwa Allah Ta’ala berada di atas ‘arsy (Singgasana Allah yang terletak di atas langit yang ketujuh) di atas seluruh lapisan langit. Maka keduanya ini (Allah dan tempat-Nya) memiliki bentuk dan batasan!”. (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm didalam Muwafaqat Sharih Al-Ma’qul, j. 2, h. 29).

 

– Wujud Allah Ta’ala mirip seperti wujud Nabi Adam As!

 

Nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda:“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam As berdasarkan bentuk-Nya!”. (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

 

Para Mufassir (Ahli tafsir) telah berkata: “… berdasarkan bentuk sang Maha Rahman (Bentuk Allah)!”. 

 

– Allah Ta’ala memiliki ruh! 

 

Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila Aku (Allah) telah menyempurnakan kejadiannya (penciptaan Nabi Adam), dan telah meniupkan ruh-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud!”. (Qs Al-Hijr: 29).

 

Allah Ta’ala berfirman: “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya ruh Kami (Ruh Allah), dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat!”. (Qs At-Tahrim: 12).

 

Sudah sangat jelas didalam dalil-dalil di atas menerangkan bahwa Allah itu memiliki ruh. Dalil di atas jelas menerangkan bahwa ruh Nabi Adam As (nenek moyang seluruh manusia) dan ruh Nabi ‘Isa Almasih As adalah ruh Allah yang dihembuskan (baca: ditiupkan) ke dalam jasad Nabi Adam As dan ke dalam jasad Nabi ‘Isa Almasih As. Jadi bisa dipastikan bahwa ruh Nabi Adam As war ruh Nabi ‘Isa Almasih As adalah ruh Allah (ruh Allah /roh Allah / arwah Allah / jiwa Allah / Allah’s Spirit / Allah’s soul) yang menempel di dalam jasad Nabi Adam As dan di dalam jasad Nabi ‘Isa Almasih As. Kita semua udah tau bahwa Nabi Adam As adalah nenek moyang seluruh manusia. Jadi bisa dipastikan bahwa ruh kita (ruh manusia) adalah ruh Allah, karena ruh Nabi Adam As adalah ruh Allah sebagaimana dalil yang telah dijelaskan di atas.

 

– Allah Ta’ala memiliki pembatas yaitu langit! 

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -Rahimahumullah-berkata: “Semua manusia, baik dari orang-orang kafir maupun orang-orang mukmin telah sepakat bahwa Allah Ta’ala bertempat di langit, dan bahwa Dia diliputi dan dibatasi oleh langit tersebut, kecuali pendapat al-Marisi dan para pengikutnya yang sesat. Bahkan anak-anak kecil yang belum mencapai umur baligh apabila mereka bersedih karena tertimpa sesuatu maka mereka akan mengangkat tangan ke arah atas berdoa kepada Tuhan mereka yang berada di langit, tidak kepada apapun selain langit tersebut. Setiap orang lebih tahu tentang Allah dan tempat-Nya dibanding orang-orang Jahmiyyah”. (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm didalam Muwafaqat Sharih al-Ma’qul, j. 2, h. 29-30).

 

– Allah Ta’ala mempunyai wajah!

 

Allah Ta’ala berfirman: “Tiap-tiap sesuatu pasti akan binasa kecuali wajah Allah!”. (Qs Al-Qashash: 88).

 

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari wajah Allah!”. (Qs Al-Baqarah: 272).

 

Nabi Muhammad Saw berdoa kepada Allah Ta’ala:“Dan aku memohon kenikmatan memandang wajah-Mu (wajah Allah) serta kerinduan untuk menemui-Mu!”.(Hadits Riwayat An-Nasa’i dalam Ash-Shughra (1305), disahihkan Al-Albani didalam Takhrij As-Sunnah: 424, lihat Fathu Rabbil Bariyah, hal. 57).

 

Madzhab Hanbali dan semua ulama’ Salafushalih (Leluhur Islam) telah sepakat bahwasanya, jikalau Allah Ta’ala, sang Tuhan semesta ‘alam memiliki Wajah (Muka Allah), maka Dia Swt pun memiliki dua mata (kedua mata Allah); mulut (Mulut Allah); bibir (kedua bibir Allah); gusi (Gusi Allah); sinar bagi wajah-Nya (sinar yang memancar dari wajah Allah); dua tangan (tangan kiri dan tangan kanan Allah); jari-jari (jari-jari Allah); telapak tangan (telapak tangan Allah); jari kelingking (kelingking Allah); jari jempol (jempol Allah), dada (dada Allah); paha (paha Allah); dua betis (betis-betis Allah); dan dua kaki (kedua kaki Allah), sedangkan Allah Ta’ala tidak memiliki kepala, karena tidak ada dalil yang menyatakan bahwasanya Allah Ta’ala itu memiliki kepala.

 

– Allah Ta’ala memiliki pantat! 

 

Dari ‘Abdullah bin Khalifah dari ‘Umar Ra, dia berkata:“Jika (Allah) duduk di atas singgasananya, maka terdengarlah darinya suara ‘Kret Kret’ seperti suara yang biasa keluar dari kursi yang masih baru.” 

 

Jikalau Allah Ta’ala bisa duduk, maka bisa dipastikan bahwa sebenarnya Allah Ta’ala itu memiliki pantat sebagaimana manusia. Karena mana mungkin Allah Swt akan duduk jikalau Dia tidak memiliki pantat.

 

– Allah Ta’ala mempunyai pinggang! 

 

Nabi Muhammad Saw bersabda: “Allah menciptakan makhluk, ketika Allah telah merampungkannya, maka berdirilah rahim, ia berpegang kepada pinggang ar-Rahman (Pinggang Allah). Allah berfirman kepadanya: ‘Diamlah!’. Ia menjawab: ‘Ini adalah kesempatan berlindung kepada-Mu dari pemutusan’. Allah berfirman: ‘Apakah kamu tidak rela Aku menyambung orang yang menyambungmu dan memutus orang yang memutusmu?’. Ia menjawab: ‘Ya, ya Tuhanku’. Allah berfirman: ‘Itu untukmu’”. Abu Hurairah Ra berkata: “Bacalah kalau kamu mau: ‘Maka apakah jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?’”.(Hadits Shahih Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Ra, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1696, dan Mukhtashar Shahih Muslim no. 1764, shohih bukhari no. 4455, bab 2945 Surah Muhar).

 

Sesuai dalil di atas, sesungguhnya para Salafushalih (Leluruh Islam) telah bersepakat bahwa Allah Ta’ala itu memang mempunyai pinggang yang dinamai dengan ‘Pinggang Ar-Rahman’. Maksud dari kalimah Pinggang Ar-Rahman adalah Pinggang Yang Maha Rahman / Pinggang Yang Maha Pengasih. Salah satu nama Asma’ul Husna Allah adalah Ar-Rahman (Yang Maha Rahman / Yang Maha Pengasih). Jadi simpelnya adalah, Allah Ta’ala juga memiliki pinggang.

 

– Allah Ta’ala memiliki tangan kiri dan tangan kanan!

 

Allah Ta’ala berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada (Nabi Adam) yang telah Aku ciptakan dengan Kedua Tangan-Ku (Kedua Tangan Allah). Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (Qs Shad: 75).

 

Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang Yahudi berkata: ‘Tangan Allah terbelenggu’, sebenarnya tangan mereka-lah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), bahkan Kedua Tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana yang Dia kehendaki!”. (Qs Al-Ma’idah: 64).

 

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda:“Mereka menemui Adam dan berkata: ‘Wahai Adam, engkau adalah Ayahanda manusia, Allah telah menciptakan engkau dengan Tangan-Nya, meniupkan ruh ke dalam dirimu, dan Allah telah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, maka mintakanlah syafa’at untuk kami kepada Tuhan-mu!”.(Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).

 

Jelas sekali didalam ketiga dalil di atas menyebutkan bahwa Allah Ta’ala memiliki dua tangan yakni tangan kiri dan tangan kanan. Dan Allah Ta’ala pun menciptakan Nabi Adam As dengan kedua tangan-Nya.

 

– Allah Ta’ala terikat arah kiri dan kanan!

 

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr Ra bahwasanya Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat ‘adil di sisi Allah (mereka berada) di atas mimbar dari cahaya dari sisi kanan Allah Ta’ala.”(Hadits Shahih Riwayat Muslim).

 

Di dalam hadits shahih di atas diterangkan bahwa orang-orang yang berbuat ‘adil, mereka akan berada di sebelah kanan Allah. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa Allah Ta’ala terikat arah kiri dan kanan. Dan dari dalil di atas bisa ditarik kesimpulan pula bahwa Allah Ta’ala itu akan berada di sebelah kiri orang-orang yang berbuat ‘adil.

 

– Allah Ta’ala mempunyai lima jari! 

 

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada satu buah hati pun kecuali dia berada di antara jari-jari Allah Yang Maha Rahman!”. (Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal IV/182. Sunan Ibnu Majah I/72, Mustadrak Al-Hakim I/525. Al-Ajiri, Asy-Syari’ah hal. 317, Ibnu Mandah, Ar-Rad).

 

Seorang biarawan Yahudi berkata: “Nanti pada hari kiamat, sesungguhnya Allah meletakkan langit di atas satu Jari-Nya, dan seluruh bumi di atas satu Jari-Nya yang lain, semua gunung di atas satu Jari-Nya yang lain, pohon dan sungai di atas satu Jari-Nya yang lain, dan semua makhluk di atas satu Jari-Nya yang lain. Kemudian Allah menggetarkannya dan berfirman: ‘Akulah sang raja! Akulah raja!’”. Maka Rasulullah Saw tertawa sebagai pertanda Beliau Saw membenarkan ucapan biarawan Yahudi tersebut. (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

 

Dilihat dari kedua dalil di atas, ternyata memang benar bahwa Allah Ta’ala itu mempunyai jari-jari di tangan-Nya. Dan apabila kita perhatikan lagi dalil di atas, itu menunjukkan bahwa Allah Ta’ala memiliki lima jari (kelima Jari Allah). Karena pada hari kiamat, nanti Allah akan menyimpan langit di Jari-Nya yang kesatu, kemudian planet bumi akan disimpan di Jari-Nya yang kedua, kemudian gunung-gunung disimpan di Jari-Nya yang ketiga, kemudian pohon-pohon dan sungai-sungai disimpan di Jari-Nya yang keempat, dan kemudian semua makhluk-Nya disimpan di Jari-Nya yang kelima. Jadi bisa dipastikan bahwa memang Allah Ta’ala mempunyai lima jari di tangan-Nya (Kelima Jari Allah).

 

– Allah Ta’ala mempunyai mata dan telinga! 

 

Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: ‘Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di goa); kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit dan di bumi. Alangkah terang Penglihatan-Nya dan alangkah tajam Pendengaran-Nya; tak ada seorang pun pelindung bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-nya didalam menetapkan suatu keputusan’.” (Qs Al-Kahfi: 26).

 

Didalam Qs Al-Kahfi: 26 diatas menerangkan bahwa Penglihatan Allah itu terang dan Pendengaran Allah itu tajam. Mata adalah indera untuk melihat (Penglihatan), dan telinga adalah indera untuk mendengar (Pendengaran). Menurut dalil tersebut mengatakan bahwa Allah Ta’ala mempunyai Penglihatan dan Pendengaran, jadi bisa disimpulkan bahwa Allah Ta’ala itu memiliki Mata dan Telinga.

 

– Allah Ta’ala memiliki kaki! 

 

Dari Said Ibnu Jubair dari Ibnu Abbas Ra, dia berkata:“Kursiy adalah tempat kedua telapak kaki Allah, dan ‘Arsy tidak seorang pun yang dapat mengira-ngira keagungannya”. 

 

Mana mungkin Allah Ta’ala memiliki telapak kaki apabila Allah Ta’ala tidak memiliki kaki. Jadi bisa dipastikan bahwa Allah Ta’ala memiliki kaki (kaki Allah) sekaligus memiliki telapak kaki (telapak kaki Allah) pula.

 

– Allah Ta’ala memiliki betis! 

 

Rasulullah Saw bersabda: “Pada hari Tuhan kami (Allah Ta’ala) menyingkapkan betis-Nya, maka seluruh Mukminin dan Mukminah bersujud kepada-Nya. Dan tinggal-lah setiap orang yang sujud di dunya karena riya’ dan sum’ah”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari no: 4635).

 

Sesungguhnya dalil hadits shahih di atas menceritakan mengenai peristiwa hari kiamat di mana seluruh ummat Islam bersujud kepada Allah Ta’ala ketika Allah menyingkapkan betis-Nya. Oleh karenanya, berdasarkan hadits shahih di atas, Allah Ta’ala juga memiliki betis, yakni Betis Allah.

 

– Allah Ta’ala memiliki fisik sebagaimana manusia! 

 

Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas Ra yang berkata Rasulullah Saw bersabda: “Aku melihat Tuhan-ku (Allah Ta’ala) dalam bentuk pemuda ‘Amrad berambut keriting dengan pakaian berwarna hijau”. (Hadits Shahih Riwayat Al-Baihaqi didalam Asmaa’ Was Shifaat no 938; Riwayat Ibnu Adiy dalam Al-Kamil 2/260-261; Riwayat Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad 13/55).

 

– Nabi Muhammad Rasulullah Saw duduk berduaan dengan Allah Ta’ala!

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm berkata: “Nabi Muhammad didudukan oleh Allah di atas ‘arsy bersama-Nya!”. (Majmu’ Fatawa, j. 4, h. 374).

 

Allah Swt di atas ‘arsy-Nya tidaklah sendirian, karena Dia Swt selalu ditemani oleh ruh Rasulullah Saw yang sedang duduk di sebelah Allah.

 

– Allah Ta’ala turun ke langit dunya setiap tengah malam! 

 

Dari Abu Hurairah Ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Rabb kita (Tuhan kita) turun ke langit dunya (langit yang ke satu) pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni!’”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari: 1145 dan Muslim: 758).

 

Allah setiap hari tinggal dan bersemayam di atas ‘arsy-Nya. Namun setiap tengah malam, Allah pergi dari ‘arsy-Nya untuk turun ke langit dunya yang bertujuan untuk menyurvei siapa saja yang sedang melaksanakan sholat malam (contoh: Sholat Tahajud). Wajib diketahui bahwa ‘arsy Allah (singgasana Allah yang sebagai tempat kediaman Allah) itu lokasinya adalah berada di atas langit yang ke tujuh. Sedangkan langit dunya adalah langit yang kesatu yang menurut bahasa kita adalah ‘lapisan atmosfer’ atau bisa juga ‘luar angkasa’ atau‘antariksa’. Jadi setiap hari Allah bersemayam di atas ‘arsy-Nya. Sedangkan setiap tengah malam, Allah menyurvei hamba-Nya untuk melihat siapa saja yang sedang melaksanakan sholat malam. Allah menyurvei hamba-Nya (manusia) dengan cara turun dari ‘arsy menuju ke langit dunya (lapisan atmosfer / luar angkasa / antariksa).

 

– Allah Ta’ala turun ke langit dunya serupa dengan seseorang yang baru turun satu tingkat dari atas mimbar! 

 

Ibnu Bathutah pernah bercerita: “Saya pernah menghadiri ceramahnya (ceramah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm) pada hari Jum’at ketika beliau sedang memberi pelajaran di hadapan umum di atas mimbar Jami’. Banyak pelajaran yang disampaikannya saat itu, diantaranya beliau berkata: ‘Sesungguhnya Allah turun ke langit dunya serupa dengan turunnya saya ini!’. Kemudian beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm) turun satu tingkat di jenjang mimbar!”. (Ibnu Bathutah didalam Rihlahnya hal. 112-113).

 

Beginilah cara turunnya Allah dari atas ‘arsy menuju ke langit dunya di setiap tengah malam!.

 

– Kalo Allah Ta’ala berkehendak, niscaya Dia Swt akan bersemayam di atas punggung nyamuk! 

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rhm berkata: “Jika Allah berkehendak, pastilah Dia bersemayaam di atas punggung seekor nyamuk lalu ia terbang membawa-Nya dengan kekuasan dan kelembutan pengaturan-Nya!”.(Kitab At-Ta’sîs Fi Ar-Raddi ‘Alâ Asaas At-Taqdîs: 1/568. Kitab Asaas At-Taqdîs adalah karya Imam Fakhruddîn Ar-Razi Rhm, seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah).

 

Berdasarkan dalil di atas mengatakan bahwa Allah Ta’ala itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Saking kuasanya, jika Dia berkehendak, pastilah Dia akan bersemayam di atas punggung seekor nyamuk untuk menunggangu si punggung nyamuk tersebut. Ketika nyamuk itu terbang kesana kemari, maka Allah Ta’ala juga tetap hinggap di atas punggung nyamuk tersebut, berdasarkan dalil di atas!

 

– Allah Ta’ala akan cemburu jikalau Dirinya tidak disembah! 

 

Asma’ binti Abu Bakar Ra meriwayatkan, bahwa suatu saat ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah Ta’ala!”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim, lihat Syarah Muslim li an-Nawawi [9/28]).

 

Abu Hurairah Ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah lebih besar rasa cemburunya (daripada rasa cemburu yang dimiliki oleh manusia)!”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim, lihat Syarah Muslim li an-Nawawi [9/29]).

 

Abu Hurairah Ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan untuknya”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim, lihat Syarah Muslim li an-Nawawi [9/28]).

 

‘Abdullah bin Mas’ud Ra meriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji (Karena Allah Maha Pencemburu)!”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim, lihat Syarah Muslim li an-Nawawi [9/27]).

 

Salah satu kemahakuasaan Allah adalah memiliki rasa sifat pencemburu yang sangat besar. Sesungguhnya Allah itu Tuhan Yang Maha Pencemburu. Allah Yang Maha Pencemburu selalu merasa cemburu ketika melihat ada seorang manusia yang tidak mau menyembah-Nya. Jadi jikalau kita tidak mau membuat Allah Ta’ala merasa cemburu kepada kita, maka pujilah dan sembahlah Dia, karena sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar merasa senang ketika diri-Nya dipuja dan dipuji oleh kita (selaku hamba-Nya) sesuai keempat hadits shahih yang telah ana tuliskan di atas bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Pencemburu!.

 

– Allah Ta’ala juga bisa tertawa! 

 

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh, aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan orang yang paling terakhir masuk ke syurga. Dia adalah seorang lelaki yang keluar dari neraka sembari merangkak. Allah Ta’ala berfirman kepadanya: ‘‘Pergilah kamu, masuklah ke dalam syurga (jannah)!’ Kemudian diapun mendatanginya dan dikhayalkan padanya bahwa syurga itu telah penuh. Lalu dia kembali dan berkata: ‘Wahai Tuhan-ku, aku dapati syurga telah penuh.’ Allah Ta’ala berfirman kepadanya: ‘Pergilah, masuklah kamu ke syurga.’.” Nabi Muhammad Saw bersabda: “Kemudian diapun mendatanginya dan dikhayalkan padanya bahwa syurga itu telah penuh. Lalu dia kembali dan berkata: ‘Wahai Tuhan-ku, aku dapati syurga telah penuh.’ Allah Ta’ala berfirman kepadanya: ‘Pergilah, masuklah kamu ke syurga. Sesungguhnya kamu akan mendapatkan kenikmatan semisal dunya dan sepuluh lagi yang sepertinya’ atau ‘Kamu akan memperoleh sepuluh kali kenikmatan dunya’.” Nabi Muhammad Saw bersabda: “Orang itu pun berkata: ‘Apakah Engkau hendak mengejekku, ataukah Engkau hendak menertawakan diriku, sedangkan Engkau adalah Sang Raja?’.” Ibnu Mas’ud Ra berkata: “Sungguh, ketika itu aku melihat Rasulullah Saw tertawa sampai tampak gigi taringnya!”. Periwayat berkata: “Maka orang-orang pun menyebut bahwa dialah sang penghuni syurga yang paling rendah kedudukannya”. Dalam riwayat lain disebutkan: “Maka Ibnu Mas’ud Ra pun tertawa, lalu berkata: ‘Apakah kalian tidak bertanya kepadaku mengapa aku tertawa?’ Mereka menjawab: ‘Mengapa engkau tertawa?’. Beliau menjawab: ‘Demikian itulah tertawanya Rasulullah Saw. Ketika itu mereka (para shahabat) bertanya: ‘Mengapa anda tertawa, wahai Rasulullah?’. ‘Disebabkan tertawanya Tuhan semesta ‘alam tatkala orang itu berkata: ‘Apakah Engkau mengejekku, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta ‘alam?’. Lalu Allah berfirman: ‘Aku tidak sedang mengejekmu. Akan tetapi Aku Maha kuasa melakukan segala sesuatu yang Aku kehendaki’.’”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim, lihat Syarah Muslim [2/314-315]).

 

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rhm berkata: “Para salaf telah bersepakat menetapkan ‘tertawa’ ada pada diri Allah (Allah Ta’ala juga bisa tertawa). Oleh sebab itu wajib menetapkannya (untuk diimaninya) tanpa menyelewengkan maknanya, tanpa menolaknya, tanpa membagaimanakan sifatnya. Itu merupakan tertawa yang hakiki yang sesuai dengan keagungan Allah Ta’ala.”(Lihat Syarah Lum’at al-I’tiqad, hal. 61).

 

Telah bercerita kepada ‘Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah tertawa terhadap dua orang dimana yang satu membunuh yang lainnya namun yang satu berperang di jalan Allah hingga terbunuh. Kemudian Allah menerima taubat orang yang membunuhnya lalu diapun (berperang) hingga mati syahid!”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari).

 

 

KESIMPULAN!:

 

SETIAP TENGAH MALAM, ALLAH SWT SELALU TURUN DARI ATAS ‘ARSY-NYA KE LANGIT DUNYA! 

 

ALLAH TA’ALA!

 

Wahai para pembaca yang Budiman, seperti inilah sebenarnya wujud-wujud dan bentuk-bentuk Allah Ta’ala sang Tuhan semesta ‘alam.

 

Jadi pada postingan kali ini kesimpulannya adalah!:

 

1] Allah Ta’ala memiliki tempat kediaman (‘Arsy);

2] Allah Ta’ala itu berada di tempat yang paling tinggi (‘Arsy), dan seseorang yang berada di dataran tinggi lebih dekat jaraknya dengan Allah Ta’ala ketimbang orang yang berada di dataran rendah;

3] Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘arsy mirip seperti bulan;

4] Allah Ta’ala mempunyai bentuk;

5] Wujud Nabi Adam As (Wujud manusia) tercipta sebagaimana wujud Allah;

6] Allah Ta’ala juga mempunyai ruh;

7] Allah Ta’ala memiliki pembatas;

8] Allah Ta’ala memiliki wajah;

9] Allah Ta’ala memiliki pantat; 

10] Allah Ta’ala mempunyai pinggang; 

11] Allah Ta’ala memiliki tangan kiri dan tangan kanan;

12] Allah Ta’ala terikat arah kiri dan kanan;

13] Allah Ta’ala mempunyai lima jari;

14] Allah Ta’ala mempunyai mata dan telinga;

15] Allah Ta’ala memiliki kaki; 

16] Allah Ta’ala memiliki betis; 

17] Allah Ta’ala memiliki fisik sebagaimana manusia;

18] Nabi Muhammad Rasulullah Saw duduk berduaan dengan Allah Ta’ala;

19] Allah Ta’ala turun ke langit dunya setiap tengah malam;

20] Allah Ta’ala turun ke langit dunya serupa dengan seseorang yang baru turun satu tingkat dari atas mimbar; 

21] Kalo Allah Ta’ala berkehendak, niscaya Dia Swt akan bersemayam di atas punggung nyamuk; 

22] Allah Ta’ala akan cemburu jikalau Dirinya tidak disembah; 

23] Allah Ta’ala juga bisa tertawa!

 

Seperti inilah bentuk dan wujud Allah sebagaimana apa yang telah ana terangkan dengan dalil-dalil yang telah benar!

 

Semoga bermanfa’at!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: